Cina Buka Lagi Penerbangan Internasional

Penerbangan internasional langsung pertama ke Beijing berangkat dari Phnom Penh, ibu kota Kamboja, pada Kamis (3/9).

Editor: Deni Ahmad Fajar

CINA  membuka lagi penerbangan internasional langsung mulai Kamis (3/9) setelah berjuang atasi Covid-19 selama kurang lebih enam bulan. Berlanjutnya penerbangan internasional menandakan kasus infeksi yang ditularkan secara lokal sepenuhnya diatasi, demikian penuturan pakar medis terkemuka seperti dikutip Global Times.

Bandara Beijing berhenti beroperasi sejak akhir Maret lalu dan kini kembali menyambut penumpang dari luar negeri yang akan terbang langsung ke kota tersebut. Penerbangan internasional gelombang pertama akan menghubungkan ibu kota Cina itu dengan delapan negara di tiga benua termasuk empat negara Eropa, kata Administrasi Penerbangan Sipil Cina (CAAC), Rabu (2/9).

Penerbangan yang menghubungkan Thailand, Kamboja, dan Pakistan, di Asia, serta Yunani, Denmark, Austria, dan Swedia, di Eropa, juga Kanada di Amerika Utara, negara dengan jumlah kasus impor yang relatif kecil, akan dilanjutkan.

Penerbangan internasional langsung pertama ke Beijing berangkat dari Phnom Penh, ibu kota Kamboja, pada Kamis (3/9). Penerbangan pertama ini dioperasikan oleh Air China.

"Melanjutkan sinyal penerbangan internasional langsung bahwa Cina telah mengendalikan wabah Covid-19 domestik. Meskipun ada kebangkitan skala kecil, semuanya dengan cepat diatasi dan diberantas," ujar Zeng Guang, mantan kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina.

Sejak 23 Maret, semua penerbangan internasional menuju Beijing dialihkan ke kota-kota Cina lain dalam upaya untuk mencegah kasus korona baru. Wabah kasus Covid-19 terbaru di Beijing berakhir pada 20 Juli.

Cina tidak melaporkan kasus baru selama 26 hari berturut-turut. Namun, itu tidak berarti Beijing, atau kota-kota lain di Cina, bisa melonggarkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian virus korona, karena Cina melihat peningkatan jumlah kasus impor dalam beberapa bulan terakhir, menurut beberapa ahli.***

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved