Virus Corona di Jabar

Jumlah Sekolah di Jabar yang Siap KBM Tatap Muka Makin Berkurang, Zona Hijau Sisa 190 Kecamatan

Dari 71 sekolah yang berada di zona hijau, kini tinggal 50 sekolah lagi yang masih diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Istimewa
Siswa SMAN 2 Banjarsari bergotong-royong membersihkan kelas sebagai persiapan kegiatan belajar mengajar tatap muka yang rencananya dilaksanakan mulai Selasa (18/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jumlah sekolah tingkat SMA dan SMK yang diperbolehkan menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka atau kbm tatap muka di Jawa Barat terus berkurang akibat penyebaran corona.

Dari 71 sekolah yang berada di zona hijau, kini tinggal 50 sekolah lagi yang masih diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar), Dedi Supandi, mengatakan pengurangan ini berkaitan dengan penambahan angka kasus positif Covid-19 di tingkat kecamatan di kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Hal itu mempengaruhi kestabilan pemetaan zona hijau atau kawasan risiko rendah penularan Covid-19 yang menjadi syarat utama pemberlakuan kembali belajar secara tatap muka.

"Per kemarin kita sudah daftar kembali untuk sekolah yang tatap muka itu turun menjadi 50 dalam dua pekan kemarin saja. Terus memang kalau pun tidak terjadi tatap muka, sebetulnya mereka sering berkumpul karena konektivitas internetnya rendah," katanua di Gedung Pakuan, Rabu (2/9).

Dedi mengatakan kestabilan jumlah zona hijau di tingkat kecamatan pun, katanya, terus tergerus penyebaran Covid-19.

Dari awalnya 228 kecamatan masuk zona hijau, kini tinggal sekitar 190 kecamatan zona hijau di Jabar.

Awalnya, katanya, belajar secara tatap muka mulai dibuka kembali pada 18 Agustus di wilayah kecamatan zona hijau dan konektivitas ibternet rendah.

Pembukaan sekolah pun dilakukan secara bertahap dengan menimbang penyediaan fasilitas pencegahan Covid-19 dan konektivitas internet.

"Kemarin itu kan ada 71 sekolah, dari 71 sekolah itu ada yang sudah mendapatkan rekomendasi gugus tugas dan dari pemerintah setempat. Ada juga yang belum mendapatkan rekomendasi, ada juga yang sudah melaksanakan swab test bagi pengajarnya, dan ada juga yang belum. Jadi 71 yang diizikan itu, pembukaannya paralel," ujar Dedi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, awalnya pun terdapat sejumlah sekolah di Kota Cimahi dan Kabupaten Majalengka yang sudah siap menggelar belajar secara tatap muka.

Namun hal itu urung dilakukan karena terdapat guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 lewat swab test.

"Contoh Cimahi melaporkan dari 3 ribu yang akan dites, baru 200-an sekian yang dites. Dan sudah ada 13 guru yang terpapar positif Covid-19. Maka rencana Cimahi di zona hijaunya itu kita batalkan."

"Nah inilah yang kami maksud, semua keputusan harus berdasarkan parameter yang terukur, pada saat keterukurannya gagal maka risiko itu kita berhentikan, dan kita tidak izinkan tapi kepada yang masih mungkin kita akan monitor terus," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved