Selasa, 14 April 2026

Virus Corona di Jabar

Seminggu Ini, Kasus Covid-19 di Jabar Naik Lebih Dari 100 persen, Tertinggi di Indonesia

Ia meminta pada 43 kabupaten/ kota tersebut agar bekerja lebih keras untuk memperbaiki keadaannya menjadi lebih baik.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Istimewa
Update data kasus virus corona di Jabar Jumat 28 Agustus 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perkembangan kasus positif Covid-19 secara mingguan di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 32,9%.

Ada lima provinsi dengan kenaikan tertinggi di antaranya Jawa Barat lebih dari 100%, Jawa Tengah naik 56,4%, Kalimantan Timur naik 39,2%, DKI Jakarta naik 36,9%, dan Jawa Timur naik 20,8%.

"Karena ini harus ditekan, tetap melakukan testing dengan lebih masif, tetapi kasus positif juga harus ditekan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, melalui siaran digital, Selasa (1/9).

Wiku mengatakan untuk persentase kematian, jumlah kematian berjumlah 7.505 kasus atau 4,2%, dan rata-rata dunia sebesar 3,34%.

Jadi angka kematian di Indonesia masih lebih tinggi dari rata-rata dunia.

Pada kasus kematian juga, katanya, terjadi kenaikan secara mingguan.

Persentase kenaikan tertinggi berada di Bengkulu naik 7,29%, Jawa Tengah naik 7,18%, Jawa Timur 7,07%, Nusa Tenggara Barat 5,76% dan Sumatera Selatan 5,68%.

Jumlah kematian secara nasional terjadi kenaikan sebesar 24,4%. Angka kematian tertinggi per daerah berada di Jawa Tengah naik lebih dari 100%, Aceh naik 100%, Bali naik lebih dari 100%, Riau naik lebih dari 100%, dan Jawa Timur naik 18,8%.

Sementara perkembangan peta zonasi risiko mingguan, ada 65 kabupaten/ kota risiko tinggi (zona merah), 230 kabupaten/ kota risiko sedang (zona oranye), 151 kabupaten/ kota risiko sedang (zona kuning), 42 kabupaten/ kota tidak ada kasus baru, dan 26 kabupaten/ kota tidak terdampak atau masuk dalam zona hijau.

"Jadi terlihat daerah dengan risiko tinggi, naik cukup pesat dari 6,32% menjadi 12,65% kabupaten/ kota yang ada di Indonesia. Sedangkan zona hijau atau tidak terdampak, turun dari 13,82% menjadi 13,22%," paparnya.

Pada minggu ini Wiku menyebut ada 43 kabupaten/ kota dengan risiko sedang bergeser menjadi risiko tinggi yang tersebar pada 16 provinsi.

Ia meminta pada 43 kabupaten/ kota tersebut agar bekerja lebih keras untuk memperbaiki keadaannya menjadi lebih baik.

Namun demikian, jumlah kasus aktif di Indonesia masih lebih baik dibandingkan rata-rata dunia, dilihat per 1 September 2020.

Di Indonesia jumlahnya 42.009 kasus dengan persentase 23,7%, sementara rata-rata dunia berada di angka 26,6%.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved