Breaking News

Mahasiswa Papua Gelar Demo di Depan Gedung Merdeka Bandung, Tuntut Dialog Soal Otsus Papua

Sejumlah mahasiswa asal Papua di Kota Bandung menggelar aksi damai di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ichsan
tribunjabar/mega nugraha
Mahasiswa Papua Gelar Demo di Depan Gedung Merdeka Bandung, Tuntut Dialog Soal Otsus Papua 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Sejumlah mahasiswa asal Papua di Kota Bandung menggelar aksi damai di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung, Kamis (27/8/2020).

Dalam aksinya, mereka menyuarakan ihwal kelanjutan otonomi khusus (otsus) di Papua.

Pantauan Tribun, massa berjumlah sekitar  50 orang mengatasnamakan diri Forum Mahasiswa Primordial Jawa Barat.

Mereka membentangkan spanduk soal pelibatan mahasiswa Papua untuk membahas otsus Papua.

Seperti diketahui, o‎tsus Papua berlaku 20 tahun setelah berlaku sejak 2001 lewat Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua. Otsus akan berakhir pada 2021.

Keluarga Miskin yang Berhasil Usahanya, Diwisuda di Hotel Bintang Lima, Tukang Bubur hingga Petani

"Hari ini kami bersama teman-teman mahasiswa Papua ingin menyuarakan suara mahasiswa Papua di Bandung soal otonomi khusus supaya didengar pemerintah pusat. Pemerintah harus membuka ruang dialog untuk bahas otsus Papua,"ujar Abdul Rohman, koordinator aksi.

Ia berpendapat, selama otsus diberikan ke Papua, jika dipersentasekan keberhasilannya, baru mencapai 40 persen.

"Otsus Papua jilid II harus diperbaiki supaya lebih baik lagi. Kami tidak dalam posisi menolak, tapi otsus Papua harus diperbaiki. Salah satunya, membentuk lembaga independen yang mengawasi dan memastikan transparansi dana Otsus Papua," ucap dia.

Hal senada dikatakan Caseem Afni, peserta aksi. Ia mengatakan, otsus Papua penting untuk menjamin kehidupan warga Papua.

"Lanjutkan Otsus Papua Jilid II karena itu solusi pembangunan Papua dan Papua Barat, karna Otsus sangat penting dalam menjamin pendidikan, kesehatan dan infrastruktur daerah," ujarnya.

LINK LIVE STREAMING Secret Number, TWICE dan Rich Brian di Tokopedia WIB TV SHOW SCTV Malam ini

Hanya saja, kata dia, pelaksanaan Otsus Papua Jilid II nanti harus dilaksanakan dengan transparan. Termasuk harus melibatkan peran serta masyarakat Papua dan Papua Barat.

"Semangat kami konsisten mengawal agenda pembangunan Papua dan Papua Barat sebagai wujud kecintaan dalam mendorong pemerintah pusat dan daerah. Serta melibatkan seluruh‎ unsur yang mewakili Papua dan Papua Barat," ujar dia.

Mereka mengakui bahwa saat ini ada dinamika terkait otsus terutama sekelompok elemen lain yang menolak otsus.

"Perbedaan pandangan tentang Otsus Papua itu sebuah dinamika sosial yang harus dihargai. Tapi kenyataannya Otsus Papua dan Papua Barat sangat dibutuhkan mengakomodasi kebutuhan pendidikan ( biayasiswa) Papua dan Papua Barat di dalam negeri maupun luar negeri," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved