Filipina Siap Terapkan Darurat Militer

Ledakan pertama diduga berasal dari bom sepeda motor. Insiden itu menewaskan enam tentara dan enam warga sipil. Seorang polisi dan seorang tentara

Editor: Deni Ahmad Fajar

DUA ledakan bom yang membunuh 15 orang di Filipina Selatan membuat panglima Angkatan Darat Filipina mengusulkan penerapan darurat militer kembali. Dua serangan bom yang terjadi pada Senin (24/8), di Jolo, menewaskan tentara, polisi, dan warga sipil. Menurut Reuters, Selasa (25/8), ledakan bom tersebut juga melukai 78 orang.

Ledakan pertama diduga berasal dari bom sepeda motor. Insiden itu menewaskan enam tentara dan enam warga sipil. Seorang polisi dan seorang tentara tewas satu jam kemudian ketika seorang wanita yang meledakkan bom bunuh diri ketika mendekati lokasi ledakan pertama.

"Ledakan pertama mungkin juga bom bunuh diri," kata Brigadir Jenderal William Gonzales, Komandan Satuan Tugas Regional.

Namun, Gonzalen menyatakan pihaknya tidak dapat mengidentifikasi pembom karena tubuh di sekitar lokasi ledakan hancur berkeping-keping. Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden berdarah tersebut.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte membentuk divisi infanteri khusus di Provinsi Sulu untuk memusnahkan kelompok Abu Sayyaf. Namun, Duterte tidak menyinggung dua serangan bom bunuh diri tersebut.

Panglima Angkatan Darat Filipina, Letnan Jenderal Cirilito Sobejana mengatakan pemberlakuan lagi darurat militer di Sulu dapat membantu mengisolasi dan melacak jaringan Abu Sayyaf. Darurat militer dicabut pada akhir tahun lalu di wilayah Mindanao, yang mencakup Sulu.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved