Intan Senang Bisa Kembali Belajar di Sekolah, Bisa Bertemu Teman, Uang Jajan Nambah
Dengan kondisi pembelajaran yang sudah dilaksanakan secara tatap muka ini, ia bisa bercengkrama lagi dengan teman sekelasnya.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Kembalinya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di Kabupaten Majalengka diterima antusias oleh sejumlah pelajar.
Mereka menyadari, pembelajaran di sekolah dirasa lebih efektif ketimbang harus menerima materi melalui sistem dalam jaringan (daring).
Salah satunya datang dari siswi kelas IX SMPN 2 Jatiwangi Majalengka, Intan (14).
Ia mengaku senang, ketika adanya informasi di grup WhatsApp yang disampaikan oleh gurunya terkait akan dilaksanakan pembelajaran di sekolah beberapa hari lalu.
• INI FOTO-FOTO Berikut Video dan Dugaan Penyebab Tabrakan Maut di Tol Cipali yang Tewaskan 4 Orang
Ia pun langsung antusias dan mempersiapkan diri untuk KBm tatap muka yang digelar hari ini, Senin (24/8/2020).
"Senang sekali, sudah lama tidak belajar di sekolah. Kangen sekolah, kangen semuanya yang berada di sekolah," ujar Intan dengan wajah polosnya, Senin (24/8/2020).
Ia pun menceritakan, bahwa pembelajaran yang mulai digelar hari ini, akan berbeda dengan sebelum adanya wabah Covid-19.
Salah satunya, harus menggunakan masker dari mulai berangkat hingga kembali ke rumah.
• Mengenal Icaa Naga, Sosok Kang Pipit di Preman Pensiun Kesempatan Kedua, Pernah Jadi RT di Penjara
"Saya langsung ngajak orang tua untuk beli masker dengan jumlah banyak, soalnya kata guru harus pakai masker sama hand sanitizer," ucapnya.
Dengan kondisi pembelajaran yang sudah dilaksanakan secara tatap muka ini, ia bisa bercengkrama lagi dengan teman sekelasnya.
Hal itu, merupakan aktivitas yang langka di saat wabah virus Corona seperti sekarang ini.
"Tentunya bisa kembali lagi ngobrol sama teman, meski sekarang cuma 16 orang dalam 1 kelas, tapi Alhamdulillah saya bisa ketemu dengan teman sebangku saya, asyik pokoknya," jelas dia.
Selain itu, ia menceritakan bahwa selama belajar di rumah, ia kurang mendapatkan uang jajan.
• Pelaku Pelemparan Bom Molotov di Kantor PDIP di Cileungsi Bogor Sudah Ditangkap, Ada 7 Orang
Sebab, orang tua menilai selama tidak sekolah, aktivitas jajan juga tidak perlu dilakukan.
Oleh karena itu, ia bahagia dengan sistem pembelajaran yang kembali dilakukan tatap muka, karena bisa mendapatkan uang jajan lebih.
"Nambah, kemarin mah sedikit. Sekarang mah, uang nambah, meski tidak jajan di sekolah, kan bisa jajan di rumah," kata Intan.
