Selasa, 7 April 2026

Success Story

Dosen Cantik di Bandung Ini Siap Jadi Pakar Hukum Kesehatan

Dia juga sering menjadi pembicara terkait isu di bidang Hukum Kesehatan dan perlindungan hukum atas hak kesehatan reproduksi perempuan

istimewa
Taty Sugiarti 

BEGITU lulus dari Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Djati Kota Cirebon, Taty Sugiarti langsung melanjutkan pendidikannya di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Dia memilih mengambil konsentrasi Hukum Kesehatan pada 2009. Tak puas dengan tingkat magister, Taty kemudian melanjutkan program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unpad.

“Kenapa mengambil Hukum Kesehatan? Saya sudah memprediksi ilmu ini akan sangat dibutuhkan di masa yang akan datang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia medis,” ujarnya kepada Tribun Jabar di sebuah kafe di Kota Bandung, Rabu (19/8/2020).

Bagi Taty, ilmu hukum bisa masuk ke segala lini kehidupan. Apalagi ketertarikannya di bidang hukum sudah sejak remaja.

Ketertarikannya dengan bidang hukum lebih banyak dipengaruhi di lingkungan keluarga karena ayahnya seorang penegak hukum.

Tidak hanya demi mengejar karier sebagai akademisi dan menjadi pakar Hukum Kesehatan, ibu dua anak ini juga ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat.

"Saya tertarik dengan hukum di bidang kesehatan itu karena kesehatan kebutuhan dasar manusia. Dari manusia hidup sampai mati, kesehatan itu kebutuhan yang tidak bisa diabaikan," ucap istri Prof Dr I Gde Pantja Astawa, SH, MH, Guru Besar Fakultas Hukum Unpad, ini.

Sama halnya dengan pendidikan dan kebutuhan pangan, kesehatan itu juga merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi dan menjadi tanggung jawab negara, dalam hal ini pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Keinginan Taty adalah mengedukasikan dan menyosialisasikan kepada masyarakat pada umumnya dan kepada akademisi dan praktisi hukum pada khususnya berkenaan Hukum Kesehatan.

Dia juga sering menjadi pembicara terkait isu di bidang Hukum Kesehatan dan perlindungan hukum atas hak kesehatan reproduksi perempuan.

Bahkan, Taty membentuk sebuah wadah yang bisa menjadi tempat berdiskusi atau tanya jawab untuk mengenalkan Hukum Kesehatan yang ditekuninya lewat online.

Masyarakat bisa bertanya dan berdiskusi mengenai Hukum Kesehatan melalui laman tatysugiarti.co.id.

"Saya ingin mencerahkan masyarakat yang masih awam tentang Hukum Kesehatan," ujar perempuan kelahiran Jakarta pada 14 Juni 1977 ini.

Taty lebih banyak mengabdikan diri menjadi seorang dosen. Terakhir, dia mengajar Fakultas Hukum di Universitas Swadaya Gunung Djati Kota Cirebon.

Baru-baru ini, dia bergabung untuk mengajar di Fakultas Hukum Universitas Pasundan (Unpas).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved