Selasa, 14 April 2026

Pelaksana Tugas Bupati Sidoarjo Berpulang, Hasil Swab Test Positif Covid-19

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin atau Cak Nur, mengembuskan napas terakhir karena Covid-19 pada Sabtu (22/8/2020) sore.

Editor: Giri
Surya
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, meninggal dunia karena Covid-19, Sabtu (22/8/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, SIDOARJO – Pejabat Indonesia meninggal dunia karena Covid-19 bertambah lagi. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin atau Cak Nur, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (22/8/2020) sore.

Nur Ahmad Syaifuddin yang kini menjadi orang nomor satu di Sidoarjo itu meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Wafatnya Cak Nur benar-benar mengagetkan banyak kalangan. Apalagi dia terpapar Covid-19.

Direktur RSUD Sidoarjo, Atok Irawan, menceritakan proses perawatan Cak Nur.

Bahkan, sejak beberapa waktu lalu, ketika almarhum mengeluh sakit batuk, sesak napas, dan suhu tubuhnya panas.

“Hari Rabu kemarin, pas pulang dari Jakarta beliau (almarhum Nur Ahmad) menghubungi saya. Kemudian minta diperiksa kesehatannya karena mengeluh badannya panas, sesak napas dan batuk,” ungkap Atok, Sabtu (22/8/2020) sore.

Kemudian dirontgen dan dilakukan beberapa pemeriksaan, hasilnya ada pneumonia di sebelah kiri.

“Saya sarankan agar dirawat inap, tapi beliau minta rawat jalan saja karena masih ada beberapa kesibukan penting, termasuk rapat paripurna di DPRD Sidoarjo,” urai Atok.

Permintaan itu pun dituruti.

Cak Nur diobolehkan rawat jalan dan diberi sejumlah obat. Termasuk antivirus, obat batuk, dan sebagainya.

Ya, Rabu kemarin memang Cak Nur hadir di rapat paripurna yang digelar di DPRD Sidoarjo.

Beberapa peserta rapat sempat melihat wajah Cak Nur yang agak pucat, seperti sedang sakit.

Sampai pada Sabtu pagi tadi, dokter Atok dihubungi oleh istri Cak Nur. Dibilang bahwa Nur Ahmad hendak opname.

Petugas RSUD Sidoarjo pun langsung menjemput Cak Nur di rumah dinas, dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan di sana.

“Kami rawat mulai pukul 09.00 WIB. Dikasih infus, dan langsung tes PCR atau swab test. Hasilnya memang begitu, positif Covid-19. Kemudian dokter spesialis paru, jantung, dan anastesi langsung bergerak cepat menangani beliau,” lanjut Atok.

Atok mengisahkan, Sabtu siang Cak Nur sempat memaksa untuk turun dari ranjang.

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved