Selasa, 19 Mei 2026

VIDEO Pencegahan Stunting Di Kota Cimahi Gencar Dilakukan, Angkanya Di Atas 9 Persen

Pemerintah Kota Cimahi secara gencar melakukan sosialisasi pencegahan stunting dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang hari ini (21/8/2020) digelar di

Tayang:
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: yudix
Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik
 
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi secara gencar melakukan sosialisasi pencegahan stunting dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang hari ini (21/8/2020) digelar di Cimahi Technopark.
 
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna menjelaskan bahwa angka stunting di Kota Cimahi masih masuk kategori tinggi. Idealnya, Ajay mengatakan bahwa angkanya di bawah 4 persen.
 
"Di Kora Cimahi, angka stunting masih tinggi, yaitu di angka 9 persen, sama halnya di Kelurahan Leuwigajah masih di angka 9 persen. Hal ini perlu ditanggulangi secara serius," kata Ajay M Priatna.
Ajay mengatakan bahwa, stunting terjadi bukan hanya karena permasalah gizi, melainkan diakibatkan juga oleh permasalahan sanitasi di masing-masing rumah.
 
Penyebab stunting, 30 persen dikatakannya karena tentang gizi, dan 70 persen lainnya tentang sanitasi, pola pengasuhan anak, pendidikan, dan kemiskinan.
 
Beberepa wilayah di Kota Cimahi dikatakan Ajay masih memiliki sistem sanitasi yang buruk. Seperti tidak adanya septitank.
 
"Dari segi gizi, untuk pencegahan stunting, ASI eksklusif sangatlah diperlukan dan makanan pendamping ASI," katanya.
Saat masa AKB di tengah pandemi Covid-19, Ajay berharap, fungsi Posyandu di Kota Cimahi tetap berjalan.  Salah satu pencegahan stunting ialah membawa anak ke Posyandu. 
 
"Posyandu itu kan kalo dulu tempat berkumpul, bercerita sembari memeriksakan anak, tapi di tengah pandemi Covid-19 dilarang untuk berkerumun, kami punya cara lain. Intinya, pandemi tidak boleh menghentikan fungai Posyandu," katanya.
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Video Editor: Wahyudi Utomo
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved