Kapolsek Lebakwangi Tegaskan Mayat Mengambang di Cadas Ngampar Akibat Murni Kecelakaan
Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan di mayat yang ditemukan mengambang di Sungai Cadas Ngampar, Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kuningan.
Wawan mengatakan, pihak pemerintah desa kemudian menjemput dengan ambulans desa.
Warga Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, dikejutkan dengan penemuan mayat.
“Tadi sebelum magrib ada warga desa kami temukan mayat,” ungkap Nanda, warga Desa Parakan, Kamis (20/8/2020).
Dia mengatakan, peristiwa yang menghebohkan warga itu terjadi pukul 17.30 WIB.
Mayat ditemukan mengambang di Sungai Cadas Ngampar.
“Kalau awal kejadiannya enggak tahu. Saya juga ikutan saja lihat,” katanya.
Mayat itu berjenis kelamin laki-laki. Diperkirakan berumur antara 20 hingga 25 tahun.
“Pada saat ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik namun sepertinya mayat sudah agak lama, dilihat dari lumpur yang nempel di bagian wajah dan di baju korban,” ungkap Jaja yang juga warga Desa Parakan.
Mayat di Belakang Terminal
Mayat lelaki juga ditemukan di belakang Terminal Pancasila, Kota Tasikmalaya, Kamis (20/8/2020). Dia tenggelam di kolam.
Korban adalah Erik (45), warga yang baru sebulan tinggal di Jalan Bebedahan.
Korban sejak lima tahun lalu mengalami kelainan jiwa.
"Dia ternyata adik kandung saya. Namanya Erik, anak keempat dari lima bersaudara," kata Deri (59), kakak kandung korban, saat ditemui di Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kamis sore.
Deri mengungkapkan, adiknya itu mengidap kelainan jiwa sejak lima tahun lalu. Mereka semula tinggal di kawasan Nagrog, Kecamatan Purbaratu.
"Ketika masih tinggal di Nagrog, Erik sering keluar rumah dan sudah tahu jalan jika hendak pulang," ujar Deri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/petugas-mengevakuasi-mayat-yang-ditemukan-di-sungai-cadas-ngampar.jpg)