Upacara 17 Agustus Dilaksanakan Terbatas di Gedung Sate, Isu Covid-19 Jadi Bahasan Utama
Pelaksanaan upacara 17 Agustus tingkat Jawa Barat dilaksanakan terbatas di Gedung Sate. Isu mengenai Covid-19 jadi bahasan utama.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Upacara pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Barat dilaksanakan secara sangat khidmat dan terbatas di halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/8/2020).
Upacara ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Isi amanat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi Inspektur Upacara ini pun sebagian besar membahas tentang proses penanganan kesehatan dan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Dalam upacara tersebut, hadir sebagai pembaca teks Pancasila adalah Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, sebagai pembaca teks Pembukaan UUD 1945 adalah Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Ade Adhyaksa, pembaca teks Proklamasi adalah Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat.
Pembaca doa dalam upacara tersebut adalah Ketua MUI Provinsi Jawa Barat Rachmat Syafei, sedangkan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi menjadi inspektur dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Cikutra Kota Bandung, delapan jam sebelumnya.
Pengibar bendera pada upacara ini pun hanya berjumlah tiga orang, dengan pasukan dan peserta upacara yang juga terbatas.
Jika tahun sebelumnya upacara digelar di Gasibu dengan meriah diikuti masyarakat umum, kini digelar secara tertutup tanpa diiringi pertunjukan hiburan.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan suasana upacara saat ini memang jauh berbeda dan lebih sederhana dibanding tahun lalu.
Saat ini Indonesia sedang menghadapi ujian akibat pandemi Covid-19 yang berdampak multidimensi, baik kesehatan, ekonomi, maupun sosial.
"Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat turun terkoreksi minus 5,9 persen, namun masih lebih baik kondisi ini dibandingkan wilayah-wilayah dan negara lain yang mengalami kontraksi contohnya Uni Eropa di bawah 14 persen," kata Ridwan Kamil dalam amanatnya.
Terkait dengan kondisi penuh kesederhanaan ini, katanya, maka Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan RI dilaksanakan dengan sangat minimalis untuk memperhatikan kesehatan protokol yang ketat tanpa pesta, tanpa penggelaran besar-besaran.
"Di masa pandemi ini sebagai bangsa yang besar kita diuji jati diri kita, apakah kita dapat bersatu padu membawa bangsa ini bangkit dari keterpurukan kesehatan dan ekonomi yang menghantam kita semua. Jangan biarkan pudar modal sosial bangsa kita berupa semangat persaudaraan, semangat gotong royong, dan semangat solidaritas, untuk selalu peduli dan menolong," ujarnya.
Ridwan Kamil pun memberi apresiasi kepada semua pihak di Jawa Barat yang sudah kompak bersama mengatasi dampak kesehatan dan ekonomi di tengah pandemi.
Juga penghargaan atas inovasi dalam mengatasi pandemi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hut-ke-75-ri-di-gesat.jpg)