Presiden Jokowi Dipuji Puan Dikritik PKS, Mengajak Membajak Krisis

Presiden mengatakan krisis yang terjadi harus dibajak untuk dimanfaatkan agar Indonesia bisa setara dengan negara maju

Editor: Deni Ahmad Fajar

Ketua DPR RI Puan Maharani berterima kasih pada Presiden Joko Widodo karena selalu mengenakan pakaian adat daerah setiap acara kenegaraan. Hal itu disampaikan Puan sebelum menutup Sidang Tahunan MPR Bersama DPR dan DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

"Alhamdulillah hari ini (Jumat 14/8) Pak Jokowi mengenakan baju adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur. Terima kasih pada Pak Presiden yang selalu menggunakan dan memperkenalkan baju adat daerah dalam setiap acara kenegaraan," kata Puan.

Dalam sidang tersebut, Presiden mengenakan pakaian adat Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pakaian adat yang dikenakan Jokowi itu perpaduan warna hitam dengan corak emas. Adapun Puan, mengenakan kebaya berwarna oranye dengan bawahan kain berwarna cokelat.

Puan Maharani menegaskan butuh politik pembangunan untuk dapat mengelola, mengatur, dan mengendalikan sumber daya bangsa dan negara, yang diarahkan untuk membangun kekuatan nasional. Menurut Puan, arah politik pembangunan adalah hal inti di dalam suatu pembangunan.

"Pembangunan tanpa arah politik yang jelas, ibarat kapal tanpa kompas. Pembangunan tanpa dipimpin oleh visi misi politik pembangunan yang jelas, ibarat kapal tanpa nahkoda, yang akan hancur karena membentur karang atau tenggelam karena diterjang badai," kata Puan.

Politikus PDI Perjuangan ini (PDIP) ini mengatakan tujuan dari pembangunan tersebut secara tegas telah dituangkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, alinea keempat. Puan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momen HUT ke-75 Indonesia untuk menyatukan semangata mewujudkan Indonesia Maju di segala bidang.

"Membangun Indonesia memiliki arti yang sangat luas, yaitu membangun dalam segala bidang kehidupan negara dan masyarakat untuk menuju arah dan cita-cita kemerdekaan seperti yang tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945," kata Puan.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi mengkritik pidato yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2020, siang kemarin. Menurut Aboe, pidato Jokowi kurang banyak mengangkat kondisi Indonesia di usianya yang ke-75. Dia mencontohkan dalam masalah hukum.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan target Indonesia bukan hanya keluar dari krisis akibat Pandemi Covid-19, tapi melakukan lompatan besar dengan memanfaatkan krisis untuk membangun Indonesia yang kita cita-citakan.
"Krisis memberikan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan, untuk melakukan lompatan transformasi besar, dengan melaksanakan strategi besar," kata Presiden.

Presiden mengatakan, krisis yang terjadi harus dibajak untuk dimanfaatkan agar Indonesia bisa setara dengan negara maju. Hal itu bisa dimulai dengan memecahkan masalah fundamental bangsa.***

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved