Selasa, 9 Juni 2026

Para Penggali Makam Korban Covid-19 di Jakarta Ternyata Belum Dapat Honor

Siapa yang menginginkan bekerja dengan risiko terinfeksi virus corona atau Covid-19? Tentu tidak ada.

Tayang:
Editor: Ravianto
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana di pemakaman untuk jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (6/4/2020) 

TRIBUNJABARA.ID, JAKARTA - Mempertaruhkan nyawa mereka saat bekerja, para penggali makam korban Covid-19 di Jakarta ternyata belum mendapatkan honor.

Para penggali makam ini memang rentan tertular corona karena mereka bekerja bersama jenazah Covid-19 baik itu yang positif maupun suspek.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi, menanggapi persoalan para penggali kubur yang belum mendapat uang insentif itu.

Suhaimi mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Sekretaris Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta guna membahas hal tersebut.

“Saya sudah komunikasikan dengan Sekretaris Dinas Kehutanan dan Pemakaman, semuanya sedang berproses," kata dia, saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2020).

Rencananya, uang insentif tersebut akan diberikan pada Minggu ini.

"Rencananya sepekan ini dana insentif tersebut akan cair, sehingga para tukang gali kubur mendapatkan haknya segera," ucap Suhaimi.

Suhaimi berharap, agar hak para penggali kubur tidak tertunda lagi.

Sebab, menurutnya, para penggali kubur termasuk garda terdepan saat pandemi Covid-19.

“Para tukang gali kubur juga ujung tombak terakhir pemakaman dalam masa pandemi Covid-19, akan mendapatkan haknya dan mudah-mudahan tidak tertunda lagi," tutup Suhaimi.

Curhat penggali kubur

Siapa yang menginginkan bekerja dengan risiko terinfeksi virus corona atau Covid-19? Tentu tidak ada.

Namun seakan tidak ada pilihan lain bagi para penggali kubur di tempat pemakaman umum yang dikhususkan bagi pasien meninggal yang terindikasi virus corona.

Seperti para petugas medis, para penggali kubur mau tidak mau berinteraksi langsung dengan jenazah positif virus corona.

Seperti cerita para penggali kubur di tempat pemakaman umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Berikut curhatan mereka seperti dilansir dari TribunJakarta,com:

Berpotensi Jadi Carrier

Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Setelah profesinya kini memiliki risiko tertular yang tinggi, para penggali kubur ini terpaksa tidak bisa langsung bertemu dengan keluarga mereka.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved