Minggu, 19 April 2026

Gugus Tugas Jabar Bangun Laboratorium Satelit, Prediksi Ada 3.000 Kasus Baru Sebulan ke Depan

Penguatan kesiapan laboratorium dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Dok BIO FARMA
lLUSTRASI proses produksi diagonostik kit berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penguatan kesiapan laboratorium dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat. Sebanyak 28 laboratorium satelit yang tersebar di sejumlah daerah di Jabar disiapkan, supaya pelacakan dan pengetesan berjalan optimal.

Sekretaris Gugus Tugas Jabar, Daud Achmad, mengatakan, pihaknya intens melakukan pelacakan dan pengetesan Covid-19. Tujuannya memetakan keberadaan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, sekaligus memutus mata rantai penularan.

Lonjakan kasus positif Covid-19, kata Daud, berpotensi terjadi seiring masifnya pelacakan dan pengetesan. Selain itu, meningkatnya mobilitas dan mispersepsi warga terhadap adaptasi kebiasaan baru (AKB) pun berpotensi meningkatkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ada mispersepsi di masyarakat. Masyarakat masih mengira kami sudah kembali ke masa normal. Padahal, tetap protokol kesehatan harus kita lakukan. Kemudian juga karena tes yang masif. Tes yang banyak tentunya angka positif bisa meningkat," kata Daud melalui ponsel, Jumat (14/8/2020).

Menurut Daud, pengetesan masif dapat mempercepat Gugus Tugas Jabar melacak pasien positif Covid-19 tanpa gejala. Hal tersebut akan mempermudah Gugus Tugas Jabar melacak dan memblokade sebaran Covid19 agar tidak meluas.

"Dari orang yang positif kami lacak kontak erat. Dari kontak erat ketahuan mana yang harus dirawat, mana yang harus melakukan isolasi mandiri, mana yang isolasi di tempat isolasi. Masyarakat pun diimbau harus disiplin terapkan protokol kesehatan," ucapnya.

Klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 di Jawa Barat kembali bermunculan seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan memasuki AKB. Masyarakat pun diminta untuk benar-benar melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 untuk menghindari penularan yang kian serius ini.

Anggota Divisi Perencanaan Riset dan Epidemiologi pada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Bony Wiem Lestari, mengatakan sejak relaksasi PSBB di Jabar dilakukan pada 26 Juni lalu, sangat terlihat tren peningkatan kasus baru dan penambahan risiko zonanya.

Long Weekend Hari Kemerdekaan, Polres Bogor dan Cianjur akan Berlakukan Tutup-Buka di Wilayah Puncak

Peningkatan kasus ini, katanya, harus diwaspadai bersama karena peningkatan jumlah zona berisiko sedang dan tinggi ini terjadi antara lain dengan ditemukannya kasus dan klaster penyebaran terbaru.

"Jadi yang ada kasus impor itu terjadi karena ada memang mobilitas penduduk, terutama mereka yang berasal dari wilayah transmisi lokal yang masuk ke Jawa Barat, kemudian ada klaster perkantoran, kemudian kita juga lihat ada klaster keluarga di mana sekarang mulai lebih banyak, juga klaster tenaga kesehatan," kata Bony di GOR Saparua, Jumat (7/8/2020).

Terkait pemeriksaan tes usap atau swab test metode PCR di Jabar, sudah ada di angka sekitar 185 ribuan tes, tapi angka positivity rate pengetesan ini masih cukup tinggi, yakni 7,5 persen warga yang dites dinyatakan positif.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Wilayah di Jabar Berpotensi Hujan Disertai Petir

Ramalan Zodiak Kesehatan Jumat 14 Agustus 2020, Leo Berpeluang Terserang Batuk dan Pilek

"Untuk rata-rata data angka reproduksi efektif periode 26 Juli sampai 2 Agustus itu juga sedikit meningkat di 1,23. Jadi kita memprediksikan dari pemodelan yang dikerjakan itu akan ada penambahan kasus satu bulan ke depan sebanyak sekitar 2.200 sampai 3.000 kasus positif yang baru," katanya.

Penanggung Jawab Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jabar, Ryan B Ristandi, menyatakan kemampuan pengetesan Labkes Jabar per hari berada di angka 1.500-2.000 spesimen.

Menurut ia, Gugus Tugas Jabar konsisten meningkatkan kapasitas pengetesan dengan menyiapkan laboratorium satelit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved