45 Orang Jadi Korban
Kampung Cilumping di Cianjur Terserang Chikungunya
Semua tertangani, data terbaru hingga hari ini ada 45 orang, penanganan pertama diberi obat antibiotik sama buat penurun panasnya
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Adityas Annas Azhari
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Warga Kampung Cilumping, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, terserang penyakit chikungunya. Mereka mengeluhkan demam panas disertai nyeri persendian bahkan ada yang tidak bisa menggerakan kaki dan tangan dalam sehari semalam.
Seorang korban, H Yoyok (58), mengatakan awalnya ia merasakan badannya seperti meriang.
"Awal terjangkit penyakit pertamanya badan saya meriang, setelah itu demam panas selama semalam," ujar Yoyok ditemui di rumahnya, Kamis (13/8/2020) sore.
Yoyok mengatakan, setelah demam sdua hari dua malam ia berobat ke puskesmas. "Pulang dari berobat panas hilang lalu timbul rasa kaku di persendian tangan dan kaki," ujarnya.
Yoyok mengatakan, nyeri di persendian diperparah dengan rasa lemas, mual, dan muntah.
“Makan satu sendok muntah lagi, setiap sendi itu kaku nggak bisa gerak. Terus kaki saya itu bengkak-bengkak bekas-bekasnya masih ada sedikit," kata Yoyok sambil memperlihatkan kedua kakinya yang bengkak.
Ia mengatakan, beberapa anggota keluarganya juga mengalami hal yang sama. "Malah anak saya setelah panasnya reda keluarbbintik-bintik merah di semua bagian badannya," katanya.
Hingga Kamis (13/8) sore, jumlah penderita chikungunya di Cilumping mencapai 45 orang
"Semua tertangani, data terbaru hingga hari ini ada 45 orang, penanganan pertama diberi obat antibiotik sama buat penurun panasnya," ujar Bidan Nurlaelasari
Ia mengatakan, kondisi terparah adalah tak bisa bergerak akibat nyeri sendi dan tak bisa berjalan.
"Ada beberapa yang parah, mereka berobat ke luar (desa) seperti ke dokter Yusuf dan dokter Bima," katanya.
Ia mengatakan, setelah berobat rata-rata pada sembuh jadi tak ada yang dirawat. "Jadi tak ada yang berakibat dirawat ke rumah sakit," katanya.
Ia mengatakan, tanda chikungunya hampir sama dengan demam berdarah. "Cuma yang spesifik yaitu biasanya yang menyerang persendian, lalu panas bintik-bintik merah keluar," katanya.
Tim medis Puskesmas Warungkondang sepekan ini berkeliling ke rumah warga. Memberikan penyuluhan dan pengobatan kepada warga yang terserang chikungunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pengobatan.jpg)