Jumat, 10 April 2026

Masa Kelam Observatorium Bosscha Lembang, Sempat Terhenti Beroperasi Saat Perang Dunia 2

Bagi pecinta astronomi, pasti tahu bangunan bersejarah di kawasan Lembang yaitu Observatorium Bosscha

Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Ichsan
TRIBUN JABAR/ICHSAN
Observatorium Bosscha di Jalan Peneropongan Bintang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Bagi pecinta astronomi, pasti tahu bangunan bersejarah di kawasan Lembang yaitu Observatorium Bosscha yang hingga kini masih aktif untuk melakukan pemantauan dan penelitian benda-benda luar angkasa.

Bangunan Observatorium Bosscha didirikan oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereniging (NISV) atau Perhimpunan Astronomi Hindia Belanda.

Dikutip dari website Obervatorium Bosscha, pembangunannya membutuhkan waktu lima tahun, dimulai dari 1923 sampai 1928.

Di balik megahnya bangunan Bosscha, sejarah pernah mencatat bahwa bangunan yang didirikan oleh seorang tuan tanah teh Malabar yakni Karel Albert Rudolf (K.A.R.) Bosscha itu sempat terbengkalai, akibat pecah perang dunia ke 2.

Gara-gara Parkir Mobil, Mahasiswa di Bandung Duduk di Kursi Terdakwa, Terancam 2,8 Tahun Penjara

Pada 1942 saat Jepang menduduki Indonesia dengan merebutnya dari Belanda, semua aset termasuk Bosccha sempat dikuasi oleh Jepang.

Kurang lebih tiga tahun lamanya, setelah Indonesia merdeka dan berhasil mengusir Jepang di Tanah Air, transisi itu membuat bangunan Obervatorium Bosscha terbengkalai dan tak bertuan.

Staff Obervatorium Bosscha, Yatni mengatakan dari cerita sejarah Obervatorium Bosscha yang ia ketahui, kondisi bangunan itu seperti komponen teropong hilang dan rusak.

"Masa terbengkalainya relatif singkat, saat Jepang menyerah kepada sekutu, dari ceritanya seperti perpustakaannya tergenang air, kondisi teropong komponennya sudah hilang dan rusak," kata Yatni kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Rabu (12/8/2020).

Ia mengatakan setelah Indonesia merdeka, Astronom asal Belanda yakni C. Hins datang ke Bosscha untuk melakukan pembenahan dan setelah itu, kurang lebih 10 tahun lamanya astronom lainnya membantu memperbaiki Bosscha.

12 Karyawan Bank Syariah Mandiri Purwokerto Positif Covid-19, Berawal dari Pimpinannya yang Sakit

"Dimulai tahun 1946 dengan dikirimnya astronom C.Hins ke Bosscha untuk melakukan pembenahan. Setelah itu berturut-turut datang astronom-astronom lain yang membantu membangkitkan kembali geliat astronomi di Bosscha, " ceritanya.

Pasca masa kelam terbengkalainya bangunan Bosscha dan sudah diperbaiki akhirnya dapat beroperasi kembali.

Pada 17 Okteber 1951, NISV atau Perhimpunan Astronom Hinda Belanda, menyerahkan asetnya kepada pemerintah Indonesia.

Pada tahun 1959 berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB) kepengurusan Bosscha dipegang oleh ITB sampai saat ini.

Sementara itu, Observatorium Bosscha tahun 2004 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya dilindungi UU 2 /1992 dan merupakan Objek Vital Nasional yang harus diamankan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved