Tahun 2020 Ada 475 Kasus DBD di Sumedang, 5 Orang Meninggal Dunia

Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumedang pada tahun 2020 jumlahnya cukup tinggi

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Pixabay
nyamuk aedes aegypti penyebab DBD 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumedang pada tahun 2020 jumlahnya cukup tinggi, bahkan hingga saat ini sudah mencapai 475 kasus dengan pasien meninggal dunia sebanyak 5 orang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, dari total jumlah sebanyak 475 kasus itu rinciannya, pada Januari ada 52 kasus, Februari 56, Maret 114, April 47, Mei 53, Juni 73, Juli 57, dan Agustus 13 kasus.

Sementara untuk kasus meninggal dunia akibat penyakit DBD tersebut terjadi pada Januari dengan jumlah 2 orang dan pada Mei 2020 ada 3 orang yang meninggal dunia akibat penyakit dari nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Uyu Wahyudin mengatakan, untuk mencegah lebih banyak kasus DBD ini, pada 14 Agustus nanti pihaknya bakal melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak.

Anji Sudah, Kapan Giliran Hadi Pranoto Diperiksa Terkait Obat Virus Corona? Ini Penjelasan Polisi

"Upaya ini (PSN serentak) merupakan salah satu cara untuk mencegah DBD di Kabupaten Sumedang sesuai surat edaran dari Bupati," ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Jalan Kutamaya, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, surat edaran Bupati terkait pelaksanaan PSN serentak itu sudah tepat karena gerakan seperti ini bisa dilakukan oleh siapa saja atau seluruh lapisan masyarakat.

"Karena gerakan ini sangat murah dan mudah dengan strategi menguras, menutup, dan mengubur (3M) barang-barang bekas yang bisa menjadi perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti," kata Uyu.

Hari Ini Coronavac Diuji Klinis Bio Farma, Ini Tahap Pembuatan Vaksin dari Pra Klinis sampai Beredar

Ia mengatakan, upaya tersebut memang harus dilakukan semua lapisan masyarakat karena semua daerah di Kabupaten Sumedang sangat berpotensi terjadi peningkatan jumlah kasus DBD.

"Kasus DBD tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi di semua daerah. Dulu memang kasus ini sering terjadi di perkotaan, tetapi karena mobilitas penduduk maka kasus DBD juga ditemukan di daerah-daerah," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved