Kecelakaan Maut di Cipali
Ini Hasil Olah TKP Kecelakaan Maut di KM 184 Cipali, Pengemudi Elf Diduga Kelelahan dan Mengantuk
Kecelakaan maut di KM 184 Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) terjadi diduga karena kendaraan Isuzu elf bernomor polisi D 7013 AN melaju kencang.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kecelakaan maut di KM 184 Tol Cikampek-Palimanan (Cipali), Senin (10/8/2020) sekitar pukul 03.30 terjadi diduga karena kendaraan Isuzu elf bernomor polisi D 7013 AN melaju kencang dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.
"Perkiraan kami elf itu melaju kencang, mungkin lebih dari 100 kilometer per jam," ujar Dirgakkum Korlantas Mabes Polri, Brigjen Pol Kushariyanto, saat ditemui di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Senin (10/8/2020).
Kushariyanto mengatakan, olah TKP itu dilakukan jajaran Polresta Cirebon dan Polda Jabar.
Ia menduga pengemudi elf yang berangkat dari Bekasi itu kelelahan sehingga sempat mengantuk sesampainya di lokasi kejadian.
Pasalnya, elf yang mengangkut 16 penumpang tersebut oleng ke kanan hingga menyeberang ke jalur kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta.
Hingga akhirnya elf itu menghantam Toyota Rush bernomor polisi B 2918 PKL yang kemudian terguling.
"Pemisah jalur A dan B di Tol Cipali itu cekungan, karena kecepatan kendaraannya tinggi sehingga saat oleng kanan dan masuk cekungan otomatis melayang, kemudian menabrak Rush," kata Kushariyanto.
Ia menyampaikan, sejumlah barang bukti termasuk dua kendaraan yang terlibat kecelakaan maut tersebut telah diamankan petugas.
Elf yang terlibat kecelakaan berangkat dari Bekasi pada Minggu (9/8/2020) sore kira-kira pukul 15.00 WIB.
Namun, elf itu menjemput penumpang di beberapa lokasi berbeda baru kemudian menuju Jawa Tengah.
"Dari Bekasi sore, menjemput penumpang di Karawang, Jakarta, baru ke Jateng, (sopir) diduga mengantuk karena sudah kelelahan," ujar Kushariyanto.
Akibat peristiwa itu, delapan orang meninggal dunia termasuk sopir elf dan 15 orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, sedangkan korban luka-luka dilarikan ke RS Mitra Plumbon. (*)