Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Tengah Pandemi Covid-19, Bupati Ciamis Tak Larang "Agustusan"
Asalkan semua kegiatan tersebut mengacu pada protokol kesehatan untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya tidak melarang masyarakat Tatar Galuh Ciamis menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-75 RI.
Asalkan semua kegiatan tersebut mengacu pada protokol kesehatan untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19.
“Boleh, boleh saja (menyelenggarakan berbagai kegiatan agustusan). Asalkan mengacu pada ketentuan protokol kesehatan,” ujar Bupati Ciamis, Dr H Herdiat Sunarya kepada Tribun usai peletakan batu pertama (ground breaking) revitalisasi Situs Jambansari Ciamis, Rabu (5/8/2020) siang.
• Daftar Harga Mobil Bekas di Kisaran Harga Rp 30 Jutaan, dari Toyota, Honda, hingga BMW
Biasanya dalam kondisi normal, setiap HUT Proklamasi RI , warga disetiap lingkungan pemukiman bahkan juga di lingkungan perkantoran melakukan berbagai lomba sebagai pesta rakyat memeriahkan agustusan.
Baik itu lomba balap karung, lomba bakiak, balap kelereng, panjat pinang, dan berbagai kreasi lomba dan acara lainnya. Termasuk jalan sehat. Asalkan pesertanya homogen, warga setempat saja.
Namun tahun ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-75 RI berlangsung ditengah pandemi Covid-19.
“Berbagai lomba untuk memeriahkan agustusan bisa dilaksanakan tetapi harus berpegang pada protokol kesehatan. Harus pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan sebagainya,” katanya.
• Pasien Positif Corona di Kota Cimahi Bertambah, Berasal dari Klaster Gedung Sate
Lantaran terdampak pandemi Covid-19, menurut Bupati Herdiat, upacara puncak peringatan detik-detik proklamasi tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2020 ini tidak berlangsung di Lapangan Lokasana.
“Upacara puncak peringatan detik-detik Proklamasi Senin (17/8/2020) dijadwalkan berlangsung di halaman pendopo. Peserta upacaranya pun terbatas. Perwakilan TNI 10 orang, polisi 10 orang dan ASN 10 orang. Tidak ada paskibra dengan formasi 17-8-45. Hanya ada 3 orang petugas pembawa dan pengibar bendera,” ujar Bupati Herdiat.
Meski akan berlangsung secara sederhana pelaksanaan upacara puncak HUT ke-75 RI tetap berlangsung hidmat