Ekonomi Jabar Minus, Berikut Sektor Usaha yang Bertahan Saat Pandemi Covid-19
Kepala BPS Jawa Barat, Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan, hanya empat kategori lapangan usaha yang masih mampu tumbuh positif.
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ekonomi Jawa Barat triwulan II-2020 dibanding triwulan II-2019 (y-on-y) terkontraksi 5,98 persen.
Terkontraksinya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan ini sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan aktivitas produksi di beberapa lapangan usaha.
Kepala BPS Jawa Barat, Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan, hanya empat kategori lapangan usaha yang masih mampu tumbuh positif.
Yaitu lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 39,75 persen, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang tumbuh sebesar 9,21 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh sebesar 7,64 persen, dan jasa pendidikan tumbuh sebesar 6,86 persen.
"Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan II-2020 (y-on-y), lapangan usaha Informasi dan Komunikasi memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 1,74 persen, diikuti pertanian, lehutanan, dan perikanan sebesar 0,62 persen serta jasa pendidikan sebesar 0,19 persen dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 0,01 persen, " kata Dyah saat pemaparan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat melalui daring, Rabu (5/8/2020).
• Industri Otomotif Mulai Bergairah, Produsen Kendaraan ini Luncurkan Varian MPV
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan II-2020 terhadap triwulan I-2020 turun sebesar 4,95 persen. Pandemi Covid-19 juga masih mewarnai turunnya pertumbuhan ekonomi beberapa lapangan usaha di Jawa Barat secara q-to-q. Namun, 5 dari 17 kategori lapangan usaha masih tumbuh positif, diantaranya yakni lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh sebesar 45,86 persen diikuti oleh informasi dan komunikasi sebesar 18,47 persen.
"Secara kumulatif ekonomi Jawa Barat semester II-2020 (c-to-c) terkontraksi 1,71 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan terendah dicapai oleh lapangan usaha jasa perusahaan sebesar -18,45 persen. Adapun dari sisi pengeluaran, pertumbuhan terendah dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 6,20 persen, "katanya. (siti fatimah)
• Ada Dana Hibah Buat Pengusaha Mikro Kota Bandung, Segera Daftar ! Terakhir 31 Agustus Ini