Kasus DBD di Ciamis Capai 1.076 Orang 5 di Antaranya Meninggal, Ini Wilayah Penyumbang Terbanyak
Bulan Januari terjadi 222 kasus DBD dan dua meninggal dunia menempatkan Ciamis pada rangking ke-2 se Jabar dalam jumlah kasus DBD-nya.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Selama tahun 2020 ini sampai minggu pertama Agustus jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ciamis sudah mencapai 1.076 kasus.
Sebanyak lima orang penderita meninggal dunia.
Selama masa pandemi Covid-19 sejak April lalu jumlah kasus DBD di Ciamis cenderung menurun dibawah angka 100 kasus kecuali bulan Juni mencapai 109 kasus.
“Sejak April sampai Juli, angka kasus (DBD) cenderung menurun. Rata-rata dibawah angka 100. Kecuali bulan Juni mencapai 109 kasus, terdampak outbreak di kota tetangga (Tasikmalaya),” ujar Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis dr H Bayu Yudiawan MM kepada Tribun Selasa (4/8).
Penyumbang terbanyak kasus DBD di Ciamis adalah wilayah puskesmas Ciamis Kota menyusul kemudian Handapherang, Cijeungjing, Cisaga dan Baregbeg.
Kasus DBD ini menyebar hampir di 27 kecamatan di Ciamis.
Kasus DBD tertinggi di Ciamis menurut dr Bayu terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret yang menempatkan Ciamis masuk zona merah dengan kasus tiga besar se Jabar.
Bulan Januari terjadi 222 kasus DBD dan dua meninggal dunia menempatkan Ciamis pada rangking ke-2 se Jabar dalam jumlah kasus DBD-nya.
Bulan Februari sebanyak 287 kasus dan tiga meninggal dunia, posisi Ciamis masih dirangking ke-2 se Jabar.
Pada Maret terjadi 215 kasus DBD, tidak ada yang meninggal. Dan posisi Ciamis turun ke peringkat ke-3 dari total kasus DBD se Jabar.
Bulan April, saat pandemi Covid-19 mulai marak, jumlah kasus DBD di Ciamis menurun drastis jadi 82 kasus. Posisi Ciamis turun ke peringkat ke-7 se Jabar.
Kemudian bulan Mei (90 kasus), Juni (109 kasus), Juli (66 kasus). Dan bulan Agustus ini sampai Senin (3/8) sudah ada 5 kasus. Total 1.076 kasus sampai awal Agustus. “Tiga hari pertama Agustus, terdata lima kasus DBD,” katanya.
Bulan Juni terjadi peningkatan kasus yang cukup significan yakni sampai 109 kasus menurut dr Bayu karena di Tasikmalaya terjadi outbreak kasus DBD yang berdampak ke Ciamis terutama daerah perbatasan.
Tiga bulan pertama awal 2020 menurut dr Bayu merupakan penyumbang terbanyak kasus DBD di Ciamis dengan daerah kasus tertinggi kasus DBD-nya mulai dari wilayah kerja puskesmas Ciamis Kota, Handapherang, Cijeungjing, Cisaga dan Baregbeg,