Sabtu, 11 April 2026

Berkedok Riset, Pelecehan Seksual Swinger Dilakukan Oleh Oknum Dosen, Begini Pengakuan Korbannya

Setelah dipakai oknum mahasiswa Unair untuk melakukan fetish kain jarik, kini ada kasus pelecahan berkedok riset yang dilakukan oleh seorang dosen.

Editor: Giri

TRIBUNJABAR.ID - Kata riset kembali menjadi kunci. Setelah dipakai oknum mahasiswa Unair untuk melakukan fetish kain jarik, kini ada kasus pelecahan berkedok riset yang dilakukan oleh seorang dosen berinisial BA. Kasusnya viral di media sosial.

Aksi pelecehan berkedok riset tentang gaya hidup pasangan swinger dilakukan oleh BA untuk menjaring mangsa.

Setelah salah satu korban pelecehan dari dosen BA mengungkapkan hal tersebut di publik, nama BA pun menjadi viral.

Video permintaan maafnya itu kemudian diunggah di akun Facebook pribadi BA.

Dalam video tersebut, BA mengakui jika riset yang dilakukan adalah bohong.

Hal tersebut dilakukannya karena ia ingin berfantasi yang berujung pelecehan seksual.

Ia bahkan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Jika terbukti bersalah dan mengulangi tindakan bejatnya tersebut di kemudian hari, BA siap menerima konsekuensi hukum.

Namun, saat TribunnewsWiki ingin melakukan konfirmasi, akun media sosial Facebook dan video tersebut sudah dihapus oleh BA.

Modus BA

Sebelumnya dalam menjalankan aksinya, BA terlebih dahulu muncul sebagai dosen yang sedang melakukan riset tentang swinger.

Ia mempunyai modus yang beragam seperti curhat hingga menyamar agar bisa dekat dengan perempuan lain.

Aksi pelecehan yang dilakukan oleh BA tersebut, terbongkar setelah seorang penyintas yang mengaku pernah didekati BA membeberkannya di Facebook.

Ia pun kemudian mengumpulkan korban dari dosen BA yang juga mengalami kejadian serupa.

"Saya dapat screenshot tadi malam ada sekitar 30-an screenshot, isinya detail dan vulgar kayak novel biru begitu."

"Dia memang menikmati menceritakan pada orang, dia menyalahgunakan rasa iba perempuan, perempuan dicurhati seperti itu kan kasihan, muncul rasa empati," ujar IA, penyintas yang mengaku pernah menjadi sasaran BA.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved