Breaking News:

Bisnis Makanan Olahan Beku Prospeknya Moncer Saat Pandemi Covid-19

PSBB menciptakan kebiasaan baru di tengah masyarakat untuk memasak makanan jenis nugget, daging olahan, dan frozen food lainnya.

Tribunnews.com/Hendra Gunawan
ILUSTRASI daging ayam beku 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pasar makanan olahan beku semakin semarak di kala pandemi Covid-19 ini. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menciptakan kebiasaan baru di tengah masyarakat untuk memasak makanan jenis nugget, daging olahan, dan frozen food lainnya.

PT Sierad Produce Tbk (SIPD) misalnya, lewat anak usahanya PT Belfoods Indonesia yang memproduksi nugget dengan merek Belfoods, selama pandemi menuai berkah kenaikan penjualan. “Secara keseluruhan pasar baik dan tumbuh pesat waktu PSBB karena tren memasak di rumah,” ujar Tomy Wattemena, Direktur Utama SIPD, kepada Kontan.co.id, Senin (3/8/2020).

Tomy tak membeberkan lebih lanjut soal besaran kenaikan, namun ia sempat mengatakan saat awal pandemi permintaan frozen food melonjak cukup tajam di ritel modern. Sampai dengan kuartal II-2020 segmen penjualan makanan siap saji milik Sierad tercatat tumbuh 9,9 persen year on year (yoy) menjadi Rp 272,38 miliar.

Kontribusi segmen itu mencapai 13 persen dari total pendapatan bersih SIPD kala itu. SIPD memang berencana memperlebar kontribusi produk downstream itu, setidaknya mencapai 40-50 persen dalam beberapa waktu mendatang.

Berkah yang sama juga dialami PT Sorin Maharasa, produsen sosis, nugget, roulade, dan berbagai makanan olahan dengan merek seperti Mini Pao, Willy, Mak Nyoss dan lainnya. Brand Manager PT Sorin Maharasa, Oman Abdur Rahman, mengatakan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan penjualan kisaran 60-90 persen ketimbang permintaan sebelum pandemi.

Permintaan itu melonjak tajam seiring perubahan gaya hidup di masa PSBB. “Orang enggan sering ke pasar. Jadi lebih memilih membeli frozen food yang awet, apalagi anak-anak sekolah juga belajar di rumah, mereka juga suka ngemil nugget,” ucap Oman.

Saat ini, produk Sorin Maharasa banyak menyasar segmen pasar tradisional dengan porsi kontribusi sekitar 60-70 persen dari total penjualan. Hingga Juli 2020, Oman mencatat, realisasi penjualan sorin Maharasa mencapai sekitar 80 persen dari total target sepanjang tahun 2020.

Bagi produsen sosis dan daging sapi olahan beku, PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) penjualan sempat terhambat saat awal pandemi lantaran ditutupnya ritel modern dan hotel, restoran dan kafe. Produsen merek premium dengan brand Kemfood banyak menyasar segmen pasar tersebut.

“Tapi dibandingkan awal pandemi sekarang sudah ada peningkatan. Diperkirakan semester dua ini lebih baik dari semester kemarin,” ujar Direktur Utama Sentra Food Indonesia, Agustus Sani Nugroho. (agung hidayat)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul “Pasar makanan olahan beku punya prospek positif selama pandemi corona”.

Editor: Darajat Arianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved