Breaking News

Kasus DBD di Tasik Nyaris Tembus 1.000, Ini Kecamatan yang Paling Terdampak

Kasus serangan penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini merupakan akumulasi sejak Januari 2020.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Ravianto
DOKUMENTASI KOMPAS
Waspada Nyamuk Demam Berdarah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Seakan tidak ada hentinya, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus bertambah.

Dalam beberapa hari terjadi peningkatan signifikan dari 955 kasus menjadi 987 kasus.

Kasus serangan penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini merupakan akumulasi sejak Januari 2020.

Sementara jumlah korban meninggal sebanyak 19 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan, jumlah pasien yang saat ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit sebanyak 23 orang.

"Terus bertambahnya jumlah kasus DBD selain karena faktor musim juga kesadaran warga terhadap pemberantasan sarang nyamuk masih rendah," ujar Uus, Kamis (30/7).

Menurutnya, upaya pemerintah memberantas nyamuk melalui fogging tidak akan terlalu berdampak, sepanjang kesadaran warga untuk memberantas sarang nyamuk masih rendah.

"Nyamuk hidup kami berantas dengan fogging. Tapi warga membiarkan telur atau jentik nyamuk terus tumbuh. Akhirnya serangan DBD masih tetap ada," kata Uus.

Kecamatan dan yang paling terdampak adalah Kawalu sebanyak 174 kasus. Disusul Mangkubumi 133 kasus, Cihideung 98 kasus, Bungursari 94 kasus, Cipedes 91 kasus, Tamansari 93 kasus, Tawang 86 kasus, Cibeureum 73 kasus, Indihiang 63 kasus dan Purbaratu 50 kasus.

Korban meninggal juga paling banyak dari Kecamatan Kawalu enam kasus, disusul Cipedes lima kasus, Purbaratu dua kasus, Bungursari dua kasus, Indihiang, Tawang, Mangkubumi dan Cihideung masing-masing satu kasus. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved