Ada 50 Titik Pedagang Hewan Kurban di Kota Bandung yang Melanggar, Satpol PP Lakukan Ini

Selama dua pekan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menyisir pedagang hewan kurban yang berjualan di trotoar

tribun jabar/tiah sm
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Taspen Efendy di Balai Kota, Kamis (30/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- Selama dua pekan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menyisir pedagang hewan kurban yang berjualan di trotoar.

"Sudah ada 50 titik ditemukan pelanggaran di sepanjang Ahmad Yani dan Soekarno Hatta berjualan di trotoar itu pelanggar," ujar Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Taspen Efendy di Balai Kota, Kamis (30/7/2020).

Menurut Taspen, para pedagang hewan di trotoar banyak yang tidak menjaga kebersihan walau sudah berulang-ulang diperingatkan.

Soal Pembagian Kurban Ada Larangan Kulit Hewan Kurban Tak Boleh Dijual, Berikut Hukum dan Penjelasan

"Pedagang yang masih bandel diberi sanksi sosial dengan membersihkan trotoar yang penuh kotoran hewan," ujar Taspen.

Taspen mengatakan berjualan hewan di atas trotoar tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum, Ketentraman, dan Perlindungan Masyarakat.

Selain di jalan protokol, lanjut Taspen, Satpol PP juga berkoorinasi dengan aparat kewilayahan di tingkat kecamatan untuk menyisir sejumlah trotoar yang digunakan tempat berjualan hewan kurban.

“Pedagangnya itu rata-rata dari luar Kota Bandung. Jadi seenaknya jualan di tortoar. Pasang patok, ada yang sampai pasang tenda jelas harus ditertibkan, " ujar Taspen.

Oded M Danial Resmikan 5 Lembur Tohaga Lodaya di Sukajadi, Kini Total Ada 123 di Kota Bandung

Taspen mengatakan jajaran selalu mengingatkan tetap memakai masker, jaga jarak dan menyediakan tempat mencuci tangan kepada semua pedagang hewan kurban.

Menurut Taspen, apabila ada pedagang yang tetap membandel masih memakai trotoar, maka Satpol PP tidak akan segan menindak dengan sanksi dikenai denda paksa.

“Jika sudah diimbau pedagang hewan kurban masih tetap bandel, akan dijatuhi denda. Sesuai dengan perda Nomor 9 tahun 2019 itu mulai dari Rp 250.000 sampai denda paksa Rp 1 juta," tegasnya.(tiah sm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved