Jika Jadi Digelar, Sekolah Tatap Muka di Sumedang Kemungkinan Pakai Sistem Shift
Pemerintah Kabupaten Sumedang masih melakukan persiapan dan mengkaji kecamatan mana saja yang masuk ke dalam zona hijau.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sekolah yang bisa menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di kecamatan yang masuk zona hijau di Kabupaten Sumedang kemungkinan kegiatannya akan dibagi ke dalam dua shift atau dua jadwal masuk.
Untuk saat ini terkait kebijakan dari Pemprov Jabar tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang masih melakukan persiapan dan mengkaji kecamatan mana saja yang masuk ke dalam zona hijau.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, jumlah siswa yang nantinya bakal menggelar KBM secara tatap muka di sekolah yang kecamatannya masuk zona hijau, jumlahnya harus 50 persen dari jumlah yang ada.
"Nanti pasti menerapkan shift karena jumlah siswa harus setengahnya. Mungkin, nantinya ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang," ujarnya saat ditemui di Gedung Negara, Kabupaten Sumedang, Rabu (29/7/2020) petang.
Terkait hal ini, pihaknya juga akan mengkaji secara detail, termasuk memastikan kesiapan para gurunya agar KBM secara tatap muka di sekolah itu bisa dijalankan sebaik-baiknya.
Dony mengatakan, saat KBM secara tatap muka sudah dijanlakan, nantinya protokol kesehatan harus diterapkan secara disiplin, sehingga terkait hal ini butuh kesadaran dari semua pihak.
"Itu supaya tidak berdampak pada penyebaran Covid-19, tambahan kasus baru dan tidak berdampak pada klaster baru. Oleh karena itu perlu kesiapan yang matang," kata Dony.
Kesiapan tersebut, lanjut Dony, terutama dari sisi kesiapan pihak sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan dan mereka juga harus melakukan pengawasan yang ketat dalam pelaksanaannya.
"Ini harus ada kesedaran dari semua pihak, termasuk siswa-siswinya," ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-ruang-kelas-kosong.jpg)