Breaking News:

Ada Dua Kasus Pelemparan Bom Molotov di Bogor, Polisi Belum Bisa Simpulkan

Polisi belum bisa menyimpulkan keterkaitan pelaku yang sama dalam dua teror bom molotov di dua

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga saat ditemui di Polda Jabar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar,Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG -‎ Polisi belum bisa menyimpulkan keterkaitan pelaku yang sama dalam dua teror bom molotov di dua tempat kantor sekretariat PDI Perjuangan Jabar di Kabupaten Bogor pada Selasa (28/7/2020) dan Rabu (29/7/2020).

"Belum bisa menyimpulkan kelompok yang sama. Anggota masih pelajari, tapi kalau modusnya kan sama, pelemparan molotov, kita masih mempelajari lah apakah orang yang sama atau kelompok lain," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga, via ponselnya, Rabu (29/7/2020).

Untuk kejadian di PAC PDI Perjuangan Megamendung, polisi sudah meminta keterangan pada sejumlah saksi. Yakni, pemilih dan penghuni rumah yang ada pada saat kejadian.

BNN Merestui, Catherine Wilson Jalani Rehabilitasi Mulai Hari Ini, Penyidik Masih Lengkapi Berkas

"Yang di Megamendung, CCTV masih dipelajari nanti akan disampaikan hasilnya," katanya.

Sedangkan untuk kejadian di Cileungsi, menimpa kediaman kader PDI Perjuangan sekaligus Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor, sudah menerima laporan pelemparan bom molotov. ‎Peristiwa terjadi sekira pukul 1.30.

"Kejadian pelemparan bom molotov itu ada tiga juga dan yang dua pecah dan yang satu masih utuh. Nah, kejadian sekitar jam 01.30 WIB itu sebenarnya kantor masih dalam proses renovasi jadi di dalam tidak ada penghuninya dan hanya tukang yang sedang melakukan kegiatan renovasi. Untuk yang di Cileungsi tidak ada CCTV," katanya.

Bantah Tak Solid, Fraksi Partai Nasdem DPRD Cianjur Sebut Masih Jalankan Arahan Partai

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved