27 Juli 2020 Gedung Sate Genap Berusia 100 Tahun, Ini Sejarah Pembangunan dan Atapnya yang Ikonik
Melewati zaman kolonial Hindia Belanda, pendudukan Jepang, dan era kemerdekaan, Gedung Sate tetap menjaga keaslian arsitekturnya.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada 27 Juli 2020, Gedung Sate sebagai ikon dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat genap berusia 100 tahun.
Melewati zaman kolonial Hindia Belanda, pendudukan Jepang, dan era kemerdekaan, Gedung Sate tetap menjaga keaslian arsitekturnya.
Banyak masyarakat mungkin menganggap Gedung Sate sebagai bangunan berarsitektur kolonial Hindia Belanda.
Padahal, bangunan ini merupakan gabungan berbagai gaya arsitektur dunia yang dipadukan secara harmonis.
Hal ini tertulis dalam sejumlah panel atau display di Museum Gedung Sate yang terletak di bagian rubanah.
Berdasarkan panel-panel informasi tersebut, dinyatakan bahwa bagian dasar dinding dan tangga Gedung Sate dibuat mirip dengan bangunan candi di Indonesia.
Dari mulai bahannya yang merupakan batu, sampai ukiran-ukiran khas candi Jawa pada tangga dan bagian muka gedung.
Gaya arsitektur candi pun memengaruhi bentuk jendela batu dan plafon atau langit-langit lobi utama Gedung Sate.
Tiang-tiang bagian dalam gedung ini disebut memiliki kemiripan dengan bentuk tiang kuil-kuil Mesir kuno yang berbentuk pohon papirus.
Tiang lengkung berderet bagian luarnya memiliki kemiripan dengan istana-istana di Spanyol yang sesuai dengan iklim tropis Bandung.
Atap sirap khas nusantara memiliki penyangga atap berukir atau konsol mirip bangunan Cina atau joglo.
Atap ini dimahkotai bulatan berderet berbentuk sisik ikan khas arsitektur Sunda.
Pagar yang mengelilingi teras menara terinspirasi ornamen masjid jami di India. Tiang-tiang menara Gedung Sate Sendiri pun dikatakan mirip deretan kolom pada menara masjid berarsitektur Moor di Afrika Utara dan Spanyol.
Sedangkan atapnya yang bertingkat tiga terinspirasi Bale Nyungcung, arsitektur atap masjid di Tanah Priangan, pagoda, atau meru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gedung-sate-yess.jpg)