Dipukul Keluarga Pasien, Seorang Perawat ICU RSUD Sayang Cianjur Lapor Polisi

Kejadian pemukulan yang menimpa dirinya terjadi saat ia sedang mengurus seorang jenasah pasien riwayat penyakit jantung di ruangan ICU.

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
RSUD Sayang Cianjur 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Seorang perawat ICU RSUD Sayang Cianjur, Sunandar (32), melapor ke Polres Cianjur, Jumat (24/7/2020) setelah mengalami kejadian pemukulan dari keluarga seorang pasien.

Sunandar mengatakan, kejadian pemukulan yang menimpa dirinya terjadi saat ia sedang mengurus seorang jenasah pasien riwayat penyakit jantung di ruangan ICU.

Sunandar menceritakan kronologis awal malam saat kejadian tersebut berlangsung.

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts Senang dengan Semua Dukungan Usai Terkena Serangan Jantung

"Saat itu saya piket malam pada Selasa (21/7/2020), seperti biasa saya kondisikan dulu pasien kebetulan saya ada tiga tim yang berdampingan, saya cek dan periksa semuanya dalam artian juga memperhatikan pemasangan alat bantu pasien," kata Sunandar.

Ia mengatakan, kembali mengecek status selang infus termasuk selang oksigen semua pasien.

"Saya kerja masuk langsung ke status para pasien. Saya melihat selang oksigen pasien copot sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi pasien setengah sadar, tapi disuruh angkat kaki kanan masih respons, sesuai SOP saya masukin infusan 30 menit kemudian dan alat suntik antibiotik," kata Sunandar.

Lalu, kata Sunandar, pada pukul 23.00 WIB terjadi penurunan kondisi pasien, ia pun langsung mengecek keadaan pasien, ia menyebut saat nadi pasien sudah lemah.

Ibunda Editor Metro TV Heran, Kekasih Yodi Ngoprek Laptop Milik Almarhum

"Saya minta bantuan teman untuk telepon dokter jaga, beberapa saat kemudian dokter jaga datang dan ia memerintahkan untuk melakukan tindakan lanjutan RJP. Tapi dicek respon tak ada. Dokter menyebut pasien meninggal pada pukul 00.15 WIB," katanya.

Sunandar pun menghubungi pihak keluarga untuk datang ke ICU. Beberapa kali menghubungi akhirnya pihak keluarga pun datang.

"Pertama seorang ibu datang dan menanyakan kronologis. Dijelaskan sama dokter sambil mengisi tulisan kronologisnya kepada ibu tersebut, si ibu pun menerima lalu menangis sedih," kata Sunandar.

Sejumlah Lembaga Pendidikan di Kota Bandung Sudah Boleh Belajar Tatap Muka, Ini Penjelasan Wali Kota

Sunandar juga ikut menjelaskan kepada ibu tersebut bahwa sejak malam pasien gelisah dan terus mencabut selang infusan dan selang oksigen. Beberapa kali ia juga membetulkan selang pasien tersebut. Ibu itu pun mendengarkan.

Lalu setelah selesai menjelaskan kepada seorang ibu, tiba-tiba datang lagi seorang pria dan bertanya dengan nada kurang enak kepada Sunandar.

"Sama kepada ibu tadi saya kembali memulai menjelaskan bahwa pasien gelisah sejak malam, belum selesai saya menjelaskan perkataan saya dipotong dan sambil bicara pria tersebut melayangkan pukulan dan mengenai pipi saya," kata Sunandar.

Sunandar tidak melawan, ia terus bekerja mengurus jenasah dan tak mempedulikan lagi pria tersebut.

Sejumlah Lembaga Pendidikan di Kota Bandung Sudah Boleh Belajar Tatap Muka, Ini Penjelasan Wali Kota

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved