Breaking News:

Idul Adha 2020

Mencukur Rambut & Memotong Kuku Dilarang Ternyata Hikmahnya Diampuni Dosa dan Dibebaskan dari Neraka

Hikmah larangan mencukur rambut dan memotong kuku, hendaknya dikerjakan muslim karena dapat diampuni dosa dan dibebaskan dari api neraka

Kolase (Tribun Jabar : Deni Denaswara/ist)
Ilustrasi ibadah kurban dan potong kuku 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penanggalan 1 Dzhulhijjah jatuh pada hari ini, Rabu, 22 Juli 2020.

Bagi umat muslim yang telah berniat berkurban dilarangan mencukur rambut dan memotong kuku.

Mengutip dari rumaysho.com yang ditulis oleh Muhammad Abduh Tuasikal, larangan mencukur rambut dan memotong kuku yang dimaksud sebagaimana yang diriwayatkan hadist tersebut disahkan HR. Muslim no. 1977 bab 39 halaman 152.

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.”

Dalam hadist tersebut ditujukan larangan mencukur rambut dan memotong kuku bagi orang yang ingin berkurban.

Saat Kurban 10 Hari Awal Dzulhijjah Dilarang Mencukur Rambut dan Memotong Kuku, Begini Penjelasannya

Larangan tersebut mulai berlaku jika telah memasuki 10 hari di awal bulan Dzulhijjah.

Artinya mulai tanggal 1 Dzulhijjah sampai 10 Dzulhijjah, sampai hewan kurban disembelih.

Menurut para Syafi'iyah larangan yang dimaksud ialah mencukur habis, memendekkannya, mencabutnya, atau pun membakarnya.

Adapun rambut yang dilarang dipotong tersebut di antaranya bulu ketiak, kumis, bulu kemaluan, rambut kepala, termasuk juga rambut yang terdapat di badan.

Halaman
1234
Editor: Hilda Rubiah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved