Sabtu, 2 Mei 2026

Sering Ada Pemotor Lawan Arus di Flyover Pasupati Demi Hindari Razia, Ini Kata Kasat Lantas

Kerap ada pemotor melawan arus demi hindari razia, ini kata Kasat Lantas.

Tayang:
Penulis: Mega Nugraha | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Pengendara motor nekat melawan arus di Jalan Layang Pasupati demi menghindari razia polisi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Operasi Patuh Lodaya akan digelar polisi di Jawa Barat, termasuk di Kota Bandung.

Operasi ini rencananya digelar mulai tanggal 23 Juli 2020.

Operasi Patuh Lodaya digelar selama dua minggu.

Dalam operasi itu, polisi akan menggelar razia di jalan memeriksa kelengkapan kendaraan, keselamatan berkendara, serta disiplin protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Clcorona.

Kasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo mengimbau warga untuk tidak mengindari razia polisi.

Apalagi, jika menghindarinya dengan cara melawan arus di jalan satu arah.

"Kalau ada operasi polisi jangan menghindar apalagi balik arah di jalan satu jalur hingga melawan arus. Itu sangat membahayakan pengguna kendaraan lain," ujar Bayu dalam Coffee Morning di Kantor Tribun Jabar Jalan Sekelimus Utara Bandung, Selasa (21/7/2020).

Kejadian pengguna kendaraan balik arah dengan melawan arus di jalan satu lajur sempat terjadi di flyover Pasupati belum lama ini.

Melihat ada razia polisi, banyak pengendara roda dua yang balik kanan dengan melawan arus.

"Sempat terjadi kemarin di Pasopati. Ada razia, banyak yang menghindari dengan melawan arus. Jika terjadi kecelakaan, faktor utama kecelakaan yang akan kami kejar, diproses hukum," ujar Bayu.

Selain jangan balik arah dengan melawan arus, ia juga meminta pengguna kendaraan jangan meninggikan kecepatan melewati razia.

"Jangan ngebut untuk menghindari razia juga karena itu sama-sama membahayakan. Dalam berkendara di lalu lintas, harus menghindari hal-hal yang membahayakan," ucap dia.

Dalam Operasi Patuh Lodaya, polisi akan memeriksa kelengkapan kendaraan. Kemudian, keselamatan berkendara serta disiplin protokol kesehatan.

"Untuk kelengkapan kendaraan itu harus lengkap. Contoh nih, tutup pentil, hal paling sederhana. Pabrikan kendaraan bermotor itu menyertakan pentil dalam kendaraan sebagai standar kelengkapan. Kalau dirazia tutup pentil tidak ada kemudian ditegur, bukan berarti kami mengada-ada atau mencari-cari kesalahan. Tapi justru karena standar kelengkapan kendaraanya ya ada pentil," ujar Bayu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved