Jelang Iduladha
Pedagang dan Pembeli Tumpah Ruah di Pasar Maja
Di pasar para penjual dan pembeli tumpah ruah di halaman pasar mereka melupakan aturan menjaga jarak bahkan banyak yang tidak mengenakan masker
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Adityas Annas Azhari
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yullianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Pemerintah menginstruksikan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya. Namun, anjuran itu tidak diindahkan oleh para penjual dan pembeli hewan kurban di Pasar Maja, Jalan Raya Cigasong-Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Selasa (21/7/2020).
Di pasar para penjual dan pembeli tumpah ruah di halaman pasar mereka melupakan aturan menjaga jarak bahkan banyak yang tidak mengenakan masker.
Salah satu penjual hewan kurban jenis kambing, Emo (35), mengatakan, sejak pagi ia sudah mendatangi pasar hewan tersebut untuk menjajakan hewan ternak peliharaannya. Ia berharap meraih untung dari menjual beberapa ekor kambingnya.
"Saya jual Rp 3,5 juta per ekor. Semoga laku lah," ujar Emo yang tidak mengenakan masker itu.
Warga Desa Maja Selatan ini mengaku lupa menggunakan masker karena terburu-buru ke Pasar Maja. Ia harus cepat ke pasar agar lapaknya tidak digunakan orang lain.
"Aduh iya lupa saya, tadi buru-buru sih," ucapnya.
Dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Majalengka, Siti Norini Patimah, mengatakan, sebenarnya pemerintah telah menginstruksikan agar proses jual beli hewan kurban pada tahun ini melalui sistem online. Namun, untuk kota-kota kabupaten, bukan kota besar, jual beli online masih sulit.
"Mungkin untuk proses jual beli hewan kurban di kota-kota besar bisa melalui proses online, namun di daerah tampaknya masih sulit," ujar Siti.
Di Pasar Maja terdapat sekitar 300 kambing dan domba yang diperjualbelikan. Apalagi pada hari Selasa dan Jumat pasar tersebut selalu dipenuhi masyarakat.
"Dari semua kambing yang ada, sejumlah kambing ditemukan tidak layak jual. Ada sekitar 20 ekor," kata Siti.
Dari 20 ekor hewan kurban yang tidak layak tersebut, kebanyakan karena faktor umur yang belum memenuhi syarat. Siti pun menginstruksikan kepada para pemilik hewan agar kembali membawa hewan kurbannya ke rumah. (eki yulianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasar-maja.jpg)