Kamis, 7 Mei 2026

Berita Artis

Denada Pilih Jual 2 Rumah, Tolak Bantuan Baim Wong Rp 100 Juta, Mengapa?

Penyanyi Denada menolak pemberian uang Rp 100 juta dari Baim Wong dan Paula Verhoeven.

Tayang:
Editor: Tatang Suherman
Kolase Tribun Jabar (Instagram/denadaindonesia)
Denada dan Shakira 

TRIBUNJABAR.ID - Penyanyi Denada memilih menjual dua buah rumahnhya untuk membiayai pengobatan anaknya. Maka dari itu secara harus Denada menolak pemberian uang Rp 100 juta dari pasangan artis Baim Wong dan Paula Verhoeven.

 Aisha atau Shakira Aurum anak Denada sekarang sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura.

Dalam kanal YouTube-nya, Denada menceritakan alasan mengapa menolak uang Rp 100 juta tersebut.

"Aku dikasih tahu kalau Baim itu nyariin aku, aku tahu banget dia nyarin aku, aku dengar beberapa kali (dari teman), aku tahu dia berusaha menemui aku," kata Denada dikutip Kompas.com dari kanal Denada Official, Minggu (19/7).

Kadisdik Jabar Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi RTH Kota Bandung, Bikin Pengunjung Sidang Tertawa

Denada mengatakan, niat Baim memberikan uang tersebut untuk pengobatan putrinya, Aisha atau Shakira Aurum.

"Dia mau menyampaikan, dia bilangnya bahasanya menyampaikan amanat bantuan berupa uang untuk Aisha dan jumlahnya enggak main-main, Rp 100 juta," ujarnya.

Dikatakan Denada, ia selalu mendoakan agar niat baik Baim dan Paula dibalas oleh Sang Pencipta. Namun, ia tidak bisa menerima uang tersebut.

"Tapi jujur aku enggak bisa terima uang 100 juta itu dan tidak sampai hatiku menerima uang itu. Semenjak Aisyah di diagnosa leukemia, aku banyak berhubungan dengan orangtua yang anaknya sedang menjalani kemoterapi atau menjalani treatment penyakit lain," tuturnya.

Menurut Denda, masih banyak keluarga di luar sana yang jauh lebih membutuhkan pertolongan dibanding dirinya.

"Gila ya ternyata banyak orang-orang yang harus menjalani perjuangan jauh lebih complicated yang jauh lebih berat dibandingkan kami," ujarnya.

Denada bersyukur putrinya dapat menjalani kemoterapi dengan lancar dan obat juga selalu tersedia di Singapura.

Ia juga memikirkan nasib anak-anak yang juga sama dengan putrinya, tetapi tidak mendapatkan pengobatan yang memadai.

"Dan ternyata di Indonesia banyak anak-anak penderita kanker yang saat ini kesulitan untuk bisa dapat obat kanker karena stocknya enggak ada atau ada stock-nya tapi enggak bisa beli," katanya.

Bukan tidak mau menerima atau menghargai pemberian orang lain, Denada merasa tidak enak hati menerima uang tersebut di saat masih banyak orang yang jauh lebih membutuhkan.

Jadi aku bilang sama Baim, banyak sekali orang-orang yang sekarang ini lebih membutuhkan uang itu dibanding aku," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved