Sabtu, 9 Mei 2026

Mengenal Emping Tike, Kudapan Langka Khas Indramayu, Hanya Satu Desa yang Masih Membuatnya

Jika berkunjung ke Kabupaten Indramayu kurang lengkap rasanya jika tidak mencicipi keripik tike atau emping tike.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ichsan
tribunjabar/handika rahman
Mengenal Emping Tike, Kudapan Langka Khas Indramayu, Hanya Satu Desa yang Masih Membuatnya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Jika berkunjung ke Kabupaten Indramayu kurang lengkap rasanya jika tidak mencicipi keripik tike atau emping tike.

Emping tike ini merupakan kudapan khas Kabupaten Indramayu dan keberadaannya kini sudah mulai sulit dicari.

Di Kabupaten Indramayu sendiri, hanya di Desa Jumbleng, Blok Jangga Tua, Kecamatan Losarang saja masyarakat yang masih eksis sampai sekarang memproduksi makanan renyah dan gurih tersebut.

Salah seorang pengrajin, Cawi (34) mengatakan, emping tike ini sudah ada sejak zaman dahulu bahkan saat ia belum dilahirkan.

Gugus Tugas Beri Atensi Penuh ke Ponpes di Kota Sukabumi yang Mulai Belajar Secara Tatap Muka

Cawi tidak mengingat secara pasti kapan pertama kali emping tike ini dibuat. Hanya saja, produksi emping tike ini terus digeluti masyarakat setempat secara turun temurun sampai dengan sekarang.

"Ini makanan khas Indramayu karena ngak ada lagi sih cuma di sini saja, sudah turun temurun sudah lama sekali dari nenek dulu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (19/7/2020).

Cawi menjelaskan, emping tike sendiri terbuat dari biji rumput teki sebagian lagi menyebutnya dengan nama umbi teki.

Rumput tersebut biasanya hidup liar di lahan persawahan atau danau dan hanya ada pada musim tertentu saja.

Hal ini yang menyebabkan emping tike menjadi makanan khas yang keberadaannya mulai langka.

Dari bentuk tampilan, emping tike tidak berbeda jauh dari emping melinjo pada umumnya.

Meralat Soal Dangdutan, Pernyataan Baru Kadisbudparpora Malah Dimentahkan Bupati Sumedang

Hanya saja, emping yang satu ini terdapat bintik-bintik hitam yang merupakan kulit dari biji rumput teki.

Rasanya yang renyah dan gurih membuat kudapan ini sangat digemari.

Terlebih emping tike ini masih alami karena tidak mengandung bahan pengawet maupun bahan kimia dalam proses pembuatannya yang dilakukan secara tradisional.

"Emping ini juga dibuat secara tradisional, rasa dan cara pembuatannya dari dulu sampai sekarang sama," ujar dia.

Bagi masyarakat yang ingin mencoba emping tike ini bisa mendatangi kampung setempat atau membelinya di pusat oleh-oleh.

Bagi yang ingin mencoba makanan ini juga harus berebut dengan pembeli lain, stok yang terbatas membuat kudapan khas Indramayu tersebut cepat habis diburu para penggemarnya.

"Kalau dijual harganya Rp 150 ribu per kilogramnya," ujar dia

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved