Pandemi Covid-19, Dede Yusuf Menilai Sektor Pariwisata Paling Terdampak, Termasuk di Bandung
Anggota DPR RI Dede Yusuf menilai sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak dalam pandemi corona.
Penulis: Tiah SM | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi X DPR RI, Dede Yusuf mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpengaruh di masa pandemi Covid-19 ini.
"Sekitar 90 persen pengusaha pariwisata kolaps, sektor pariwisata paling terdampak," ujar Dede Yusuf di Balai Kota, Jumat (17/7/2020).
Dede ke Balai Kota bertemu Wali Kota Bandung Oded M Danial bersama rombongan Komisi X DPRI.
Dede Yusuf mengatakan, sektor pariwisata juga merupakan sektor yang paling akhir untuk bisa bangkit, karena ketidakpastian kapan pandemi ini akan berakhir.
"Terlebih dengan adanya pembagian zona merah, kuning, hijau yang sekarang masih diberlakukan di seluruh wilayah di Jabar," tutur Dede.
Dede mengakui di Kota Bandung banyak sektor pariwisata yang bisa dikembangkan. Seperti wisata kuliner, hotel, dan industri kreatif.
"Di Kota Bandung ini, 30 persen PAD berasal dari sektor pariwisata. Sehingga harus ada insentif perlakuan untuk sektor pariwisata di Kota Bandung," tuturnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan salah satu upaya Pemkot Bandung dalam meningkatkan geliat sektor pariwisata adalah dengan menggelar Bandung Great Sale (BGS) lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya menggelar BGS pas menyambut HUT Kota Badung, sekitar bulan September. Sekarang sudah digelar dari bukan Juli, dan akan diselenggarakan selama dua bulan," ujar Kenny.
Selama dua bulan ini, sudah ada peningkatan hunian hotel.
Di bulan Juni peningkatan sampai 17 persen, bulan ini ada peningkatan sekitar 23 sampai 24 persen.
Untuk kunjungan mal, Kenny mengatakan, belum semua mal ramai dikunjungi.
Kalaupun ada kunjungan, kebanyakan makan di restoran yang sudah buka.
Saat ini warga banyak yang memilih menghabiskan uangnya di sektor pangan.
• Oded Sebut Kini Warga Hegarmanah Mau Di-Rapid Test, Sampai Sekarang Sudah 600 Orang