Minggu, 19 April 2026

Tanpa Tanda Kekerasan, Mayat AR Ditemukan Warga di Sungai Cibanjaran

Warga Kampung Pintuloji, Banjaran, Kabupaten Bandung, digegerkan dengan penemuan mayat di Sungai Cibanjaran, Kamis (16/7/2020).

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
ISTIMEWA
Mayat AR saat dievakuasi dari Sungai Cibanjaran di Kampung Pintuloji, Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (16/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Pintuloji, Banjaran, Kabupaten Bandung, digegerkan dengan penemuan mayat di Sungai Cibanjaran, Kamis (16/7/2020).

Kapolsek Banjaran, Kompol Darwan, mengatakan, mayat tersebut ditemukan pertamakali oleh warga.

"Kami mendapat laporan penemuan mayat tersebut sekitar pukul 09.00 WIB," ujar Darwan, saat dihubungi, Tribun.

Mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki berinisial AR (18), yang merupakan warga Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Masyarakat di sekitar banyak yang melihat secara langsung mayat tersebut di lokasi.

"Penemuan mayat tentu mengggerkan warga karena terlihat pertama kali oleh warga, ditemukannya di sungai dan terlihat," ujar Darwan.

Walau demikian, kata Darwan, dari hasil pemeriksaan korban tak ada dugaan pembunuhan.

"Tak ada (dugaan pembunuhan) karena memang almarhun sakit ayan (epilepsi). Dari keterangan saksi, memang berkali-kali (korban) terjatuh karena ayan. Menurut orang tuanya juga sama," kata Darwan.

Darwan mengatakan, dari hasil oleh TKP dan periksaan fisik dari tim inafis memang sama sekali tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Saat Sama-sama di Diklat Persib, Budiman Sudah Bisa Prediksi Febri Hariyadi, Ingatkan tentang Ini

"Mungkin saat kena (kambuh) terjatuh ke sungai, atau saat kena lagi di sungai," kata dia.

Darwan mengungkapkan, perkiraan AR meninggal dunia.

"Mungkin sekitar malam atau subuh. Kemarin sore katanya masih ketemu sama beberapa temannya, jadi sekitar subuh karena (jasadnya) masih terbilang utuh, belum kembung," ucapnya.

Menurut informasi, pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum et repertum atau autopsi karena telah menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved