Laman Milik KPU Diretas Hacker, Arief Budiman: Data Kami Masih Aman

Menurut Ketua KPU, Arief Budiman, laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id tak dapat diakses sejak Selasa (14/7/2020) malam, karena diretas hacker

Tribunnews/Irwan Rismawan
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menyampaikan sambutan saat mengikuti Penyerahan Data Pemilih Pemula Tambahan dan Peluncuran Pemilihan Serentak Tahun 2020 di gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020). KPU menerima Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (D4) tambahan sebanyak 456.256 orang dan meluncurkan alat perlengkapan pencegahan Covid-19 untuk digunakan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan laman milik KPU https://www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id diserang oleh peretas atau hacker.

Sejak Selasa (14/7/2020) malam, laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id tak dapat diakses. Arief Budiman memastikan serangan tidak sampai ke database milik KPU atau merusak laman secara keseluruhan.

"Begitu alamat web ini dipublikasikan, mungkin teman-teman media sudah mulai menulis alamat web ini, sejak tadi malam web ini sudah mulai diserang," kata Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta Pusat, dipantau melalui siaran langsung KPU RI, Rabu (15/7/2020).

Laman tersebut berfungsi untuk masyarakat mengecek data diri dan memastikan sudah terdaftar sebagai pemilih Pilkada 2020 atau tidak.

Akibat diretas hacker, kerja laman milik KPU menjadi lambat ketika diakses. "Database kami tidak ada masalah, semua tersimpan di-backup kami sudah cukup rapi," ujar Arief Budiman.

Mencuat Isu Pemekaran Kabupaten Cianjur, KPU Justru Berharap Ini Bisa Dongkrak Partisipasi Pemilih

Putri Maruf Amin Ajak Raffi Ahmad Berduet di Pilkada Tangerang Selatan, Apa Jawaban Suami Nagita?

Peretasan laman ini, ucap Arief Budiman, serupa dengan serangan hacker terhadap sistem informasi penghitungan suara (Situng) pada Pemilu 2019.

"Hacker yang masuk itu tidak merusak data kami. Jadi kalau saya ibaratkan rumah itu, mereka hanya bisa masuk di halamannya saja, mau masuk ke dalam rumah enggak bisa. Jadi, data kami masih aman," katanya.

KPU terus berupaya memperbaiki laman tersebut.

Melalui laman https://www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id, KPU memfasilitasi masyarakat untuk mengecek data diri mereka secara mandiri sebagai pemilih Pilkada.

Warga cukup memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) atau nama di laman.

Konfirmasi penetapan seseorang sebagai pemilih tetap dilakukan melalui proses pencocokan dan penelitian (coklit) yang tahapannya digelar 15 Juli hingga 13 Agustus 2020.

Menanti Nasib Gibran dan Bobby, PDIP Segera Umumkan Pasangan Calon Pilkada Gelombang Kedua

Golkar Indramayu Tancap Gas, Gelar Musda dan Matangkan Strategi untuk Pilkada Indramayu 2020

Coklit adalah kegiatan pemutakhiran data pemilih yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dengan menemui pemilih secara langsung atau door to door.

Hasil dari proses coklit akan menjadi bahan KPU dalam menyusun daftar pemilih Pilkada.

"Konfirmasi ditetapkannya sebagai pemilih tetap melalui coklit oleh PPDP sesuai UU dan Peraturan KPU yang mengatur tentang pencocokan dan penelitian melalui PPDP," ujar Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Rabu (15/7).

Untuk diketahui, Pilkada 2020 digelar di 270 wilayah, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Semula, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September.

Namun, akibat wabah Covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember 2020. Tahapan Pilkada lanjutan pasca-penundaan telah dimulai pada 15 Juni 2020. (fitria chusna farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Laman Pengecekan Pemilih Pilkada Diretas, KPU Pastikan Data Aman"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved