Breaking News:

Hari Ke-2 MPLS, Bupati Purwakarta Tinjau MPLS Online Bersama Jajaran Disdik

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika secara langsung memberikan semangat kepada para siswa baru dalam MPLS

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika didampingi Kadisdik Purwakarta, Purwanto dan Ketua Dewan Pendidikan Purwakarta, Agus Marzuki secara langsung memberikan semangat kepada para siswa baru dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara online yang kini telah masuk hari ke-2 dari 5 hari jadwal MPLS di tahun ajaran baru 2020/2021, Rabu (15/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika secara langsung memberikan semangat kepada para siswa baru dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara online yang kini telah masuk hari ke-2 dari 5 hari jadwal MPLS di tahun ajaran baru 2020/2021.

Bupati didampingi Kadisdik Purwakarta, Purwanto dan Ketua Dewan Pendidikan Purwakarta, Agus Marzuki.

Dalam room meeting zoom berkapasitas 1.000 partisipan ini, hadir terdiri unsur pengawas SD dan SMP, kepala SD dan SMP, Wakasek Kesiswaan SMP, pembina OSIS SMP, guru kelas 1 SD, hingga para peserta didik baru kelas 7 SMP dan 1 SD.

Per 1 Juli Disdukcapil Purwakarta Sudah Keluarkan Pencetakan Surat Kependudukan Pakai Kertas HVS

"Saya tadi sampaikan soal kesiapan pemerintah dalam MPLS ini baik pihak sekolah maupun peserta didik dalam menyongsong era adaptasi kebiasaan baru (AKB) serta pencegahan Covid-19," katanya seraya mengaku sempat berdialog dengan para perwakilan kepala sekolah, guru, dan peserta didik terkait permasalahan, suka dan duka belajar mengajar jarak jauh, Rabu (15/7/2020).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta sepakat untuk melakukan proses belajar mengajar di tahun ajaran baru ini secara virtual.

Hal ini diungkapkan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.

Anne Ratna menyampaikan Dinas Pendidikan mesti mengecek sarana prasarana anak, sebab di masa pandemi ini penyerapan pembelajaran menjadi tak efektif.

"Saya juga meminta kepada Kementerian Agama untuk berkomitmen melakukan kegiatan belajar mengajar di pesantren-pesantren dengan batas kuota 30 persen santrinya," ujar Anne.

VIDEO-Perasaan Siswa Baru di Satu SMA di Indramayu, Ikuti MPLS di Sekolah Saat Pandemi Covid-19

Seperti diketahui Kabupaten Purwakarta masuk dalam kategori zona biru penyebaran Covid-19.

Dia menyebut jika status kategori itu berubah menjadi zona kuning, maka meminta semua pihak untuk berkomitmen tak ada kegiatan belajar tatap muka.

"Kalau zonanya berubah jadi kuning. Saya minta semua sepakat jangan ada belajar tatap muka," ujarnya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved