Ada Klaster Pusdikpom, Warga Cimahi Wajar Khawatir, Asal Jangan Berlebihan
Ada klaster Pusdikpom, wajar jika warga Cimahi khawatir dan semakin berjaga. Asal jangan berlebihan.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAT.ID, CIMAHI - Ada sekitar 13 pusat pendidikan (pusdik) militer yang bermarkas di Kota Cimahi.
Dari 13 pusdik tersebut, ada satu pusat pendidikan yang puluhan warganya terpapar Covid-19, yaitu Pusat Pendidikan Polisi Militer.
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna merespons hal tersebut dan mengatakan bahwa tidak masalah jika ada rasa khawatir dari warga Kota Cimahi akibat klaster Pusdikpom.
"Boleh khawatir agar lebih berhati-hati, asalkan jangan khawatir secara berlebihan. Intinya, tetap pakai masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan, dan hindari kerumunan," kata Ajay M Priatna saat ditemui Selasa, (14/7/2020).
Di lingkungan Pusdikpom Cimahi, ada 102 orang yang sudah menjalani swab tes, termasuk 87 orang anggota militer yang tinggal di Pusdikpom.
Warga sekitar Pusdikpom sebanyak 62 orang dikatakan Ajay sudah menjalani tes dan hasilnya negatif.
"Enam puluh dus warga sudah dites, hasilnya negatif. Memang cukup sulit ya mengetahui ke mana saja 87 orang ini pergi dan siapa yang ditemui, maka kami fokus pada orang yang terdekat dulu," katanya.
Berkaitan dengan kondisi warga Pusdikpom yang terpapar tersebut, Ajay mengatakan bahwa kondisi fisiknya sangat sehat dan kuat dan semakin membaik.
Ajay bercerita bahwa saat KSAD Jenderal Andika Perkasa datang ke Pusdikpom, ia turut mendampingi dan berkomunikasi dengan anggota TNI yang terpapar.
• Cara SD Terpencil di Indramayu Lakukan KBM di Tengah Pandemi, Kumpulkan Tugas Seminggu Sekali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ada-99-orang-positif-covid-19-setengah-jalur-sepeda-motor-ke-pusdikpom-cimahi-ditutup-portal.jpg)