Dari 1.262 Orang Positif Covid-19 di Secapa AD, 98 di Antaranya Sudah Sembuh

Dari 1.262 orang yang dinyatakan positif Covid-19 di klaster Pusat Pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik
Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa melantik 998 Perwira lulusan Diktupa TNI AD 2019 di Lapangan Wiradhika Secapa AD, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dari 1.262 orang yang dinyatakan positif Covid-19 di klaster Pusat Pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD, sebanyak 98 orang di antaranya sudah dinyatakan negatif Covid-19 dari hasil swab test, atau dinyatakan sudah sembuh.

"Laporan tadi jadi Panglima Kodam III Siliwangi, dari sejumlah yang tadi disampaikan, ada 98 orang sudah dites swab lagi dan sudah negatif. Jadi yang di Secapa, tingkat penyembuhannya juga tinggi," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Markas Kodam III Siliwangi, Senin (13/7/2020).

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan tes swab pun dilakukan terhadap puluhan institusi pendidikan berasrama lainnya di Jawa Barat untuk melacak potensi penyebaran Covid-19 serupa.

Setiap penambahan kasus di suatu daerah, katanya, gugus tugas kota atau kabupaten setempat harus melakukan update data Covid-19. Contohnya Kota Bandung harus meng-update data Covid-19 dari Secapa TNI AD, juga Kota Cimahi yang harus mengupdate kasus 99 positif Covid-19 di Pusdikpom.

"Karena definisi penambahan kasus itu adalah di mana testingnya dilaksanakan. Jadi bukan karena ini siswanya datang dari Sulawesi misalkan, maka dia dihitung kasus Sulawesi. Mau datang dari seluruh dunia manapun, pada saat testingnya lokusnya dilaksanakan di daerah itu, maka penambahan di daerah itu juga," katanya.

Pilkada Cianjur 2020, Partai Golkar Deklarasi Herman-Tb Mulyana di Perkampungan

Penambahan sekitar 962 kasus baru di Jabar beberapa waktu lalu pun, katanya, berpengaruh kepada angka reproduksi Covid-19 di Jabar. Angka reproduksi Covid-19 Jabar dalam dua minggu terakhir menjadi kurang baik di angka 1,73. Ini pertama kali Jawa Barat angka reproduksi Covid-19 yang awalnya rata-rata di bawah 1, kembali melewati angka 1.

"Tapi dengan berita dua hari terakhir di mana kasusnya kembali ke pola yang kita pahami, tentunya angka reproduksi Covid-19 kita insyaallah bisa kita kendalikan lagi, menjadi di bawah 1 lagi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Indonesia mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Kamis (9/7) ada sebanyak 2.657, sehingga totalnya menjadi 70.736 orang. Adapun sebaran penambahan kasus yang terbanyak didapatkan dari Provinsi Jawa Barat, yakni sebanyak 962 orang dan pasien sembuh dilaporkan 27 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan bahwa penambahan angka dari Jawa Barat tersebut didapatkan dari klaster baru Pusat Pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat, yang didapatkan dari hasil penyelidikan epidemiologi sejak tanggal 29 Juni 2020 berturut-turut hingga hari ini.

"Ini didapatkan dari cluster, yang sudah selesai kita lakukan penyelidikan epidemiologi, sejak tanggal 29 kemarin, berturut-turut," kata Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (9/7).

Bioskop dan Karaoke Belum Bisa Dibuka di Jabar, Gubernur Sebut Droplet-nya Muter-muter di Tempat

Adapun dari hasil penyelidikan epidemiologi tersebut didapatkan sebanyak 1.262 kasus positif COVID-19 yang terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih yang ada di tempat pendidikan tersebut.

Dari total keseluruhan data tersebut, dilaporkan ada 17 orang yang sudah dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit (RS) Dustira Cimahi, dengan keluhan ringan seperti demam, batuk dan sedikit sesak nafas.

"Dari jumlah 1.262 kasus positif yang kita identifikasi, hanya ada 17 orang yang saat ini, kita rawat dan kita lakukan isolasi di Rumah Sakit Dustira Cimahi, karena ada keluhan, meskipun dalam derajat keluhan ringan," jelas Yuri.

Sedangkan di luar 17 orang tersebut dilaporkan tanpa keluhan dan kondisi sekarang sudah dikarantina secara ketat di kompleks wilayah pendidikan Secapa di Bandung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved