Sabtu, 30 Mei 2026

Virus Corona di Jabar

Siapa Carrier yang Pertama Kali Terlular Covid 19 di Secapa AD ? Ini Jawaban Kepala Dinkes Jabar

Kadinkes Jabar Berli Hamdani mengatakan upaya pelacakan terus dilakukan baik oleh institusi TNI maupun pemerintah daerah terkait klaster Secapa AD

Tayang:
tribunjabar/ery chandra
Suasana di depan Gerbang Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Kamis (9/7/2020) malam. 

LAPORAN WARTAWAN TRIBUN, SYARIF ABDUSSALAM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Berli Hamdani, mengatakan upaya pelacakan terus dilakukan baik oleh institusi TNI maupun pemerintah daerah menyusul terjadinya ledakan kasus Covid-19 di kompleks Secapa AD di Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Melalui pelacakan, siapa yang pertama kali tertular di Secapa, menurut Barli, bisa diketahui.

Namun, kata Berli, membutuhkan waktu banyak untuk menemukan siapakah yang pertama kali tertular Covid-19 di klaster tersebut dan tanpa sengaja menularkannya kepada yang lain. Hal ini disebabkan jumlah peserta didik di Secapa AD yang berjumlah ribuan.

"Peserta didiknya sendiri memang dari seluruh Kodam yang ada di Indonesia. Yang di sana ya diam selama sudah lebih dari lima bulan, kemudian juga instrukturnya, pembimbing, atau pembina, pendamping, dan sebagainya itu, semuanya termasuk yang organik," kata Berli di Gedung Sate, Jumat (10/7).

Kawasan di Luar Secapa AD Kota Bandung Dinyatakan Bersih, Tak Ada Potensi Penyebaran Covid-19

Namun, berdasarkan hasil sementara pengkajian epidemiologi, kata Berli, penyebaran kasus Covid-19 di Secapa AD hanya terjadi di dalam lingkungan kompleks instansi pendidikan tersebut.

"Di luar itu ( Secapa ), boleh dikatakan bersih, tidak ada tidak ada potensi-potensi (penularan)," kata Berli.

Mengenai tipe penyebarannya, Berli mengatakan, kemungkinan adalah local transmission atau penularan lokal.

"Kasus pertama dilaporkan tanggal 2 Juli. Itu kan institusi sendiri ya, tentunya memiliki pertimbangan-pertimbangan kenapa misalkan untuk penyampaian laporannya itu baru dimulai di tanggal 2 Juli. Tetapi dari tanggal 2 Juli sampai dengan kemarin tanggal 9 Juli, kita sebenarnya juga sudah bisa memprediksi begitu bahwa angkanya itu akan sangat meningkat dengan cepat," katanya.

Virus Corona Masuk Pendopo, Patwal Wali Kota Bandung Kini Diisolasi di Rumahnya

Sampai akhirnya, dinyatakan terdapat 1.264 orang di dalamnya yang dinyatakan positif Covid-19 dan sebagian besar merupakan orang tanpa gejala atau OTG. Hanya 17 orang di antaranya yang dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala ringan.

"Waktu itu (2 Juli) baru ada 7 orang positif. Dari hasil penyelidikan epidemiologi yang pertama, kita belum bisa menyebutkan, tapi tanggal 7 Juli kemarin kan kita sudah bisa menyimpulkan bahwa di luar itu (Secapa AD) clear, tidak ada masalah, Jadi kemungkinan dari dalam penularannya," katanya. Terlebih isolasi di Secapa AD, ujarnya, sudah dilakukan sejak 5 Juli.

Namun demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan dan dilakukan pembatasan sosial berskala mikro di kawasan tersebut sampai memperoleh hasil yang lebih pasti dan menyeluruh.

Berli mengatakan, selama ini, pihak Secapa AD menyatakan mereka sudah secara ketat melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Apakah ruangan-ruangan ventilasinya buruk, tentunya ini masih memungkinkan. Apalagi sekarang kan dari WHO sudah muncul lagi salah satu penelitian mereka yang mengatakan bahwa penularannya bisa melalui udara. Tentunya kita juga harus selalu menyesuaikan langkah-langkah apa dengan potensi penyebarannya," katanya.

Di sisi lain, katanya, protokol kesehatan pun selalu menyesuaikan diri dengan penelitian terbaru yang dilakukan. Contohnya, jika kini dinyatakan Covid-19 menyebar melalui udara, jarak sejauh satu meter tidak memadai lagi.

"Kita juga sudah mendapatkan banyak sekali literatur yang membuktikan bahwa kalau teorinya itu ada airborne, tentunya jaga jarak itu menjadi sesuatu yang tidak bermakna. Jadi dengan timbulnya perkembangan baru ini saya rasa juga itu akan termasuk ke dalam pertimbangan-pertimbangan yang akan diambil gugus tugas, semua akan dievaluasi," katanya.

Untuk lebih jelasnya mengenai penyebab penyebaran Covid-19 di Secapa AD , menurut Berli, konferensi pers akan dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat di Secapa AD, Sabtu (11/7). (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved