Senin, 8 Juni 2026

Guru SD Dirudakpaksa Lalu Dibunuh, Pelaku Ditangkap, Ternyata Tetangga

Penemuan jasad guru SD di ember yang menghebohkan masyarakat Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan t

Tayang:
Penulis: Tatang Suherman | Editor: Tatang Suherman
warta kota
Ilustrasi Guru SD yang dirudapaksa dan dibunuh tetangga 

TRIBUNJABAR.ID, PALEMBANG

Penemuan jasad guru SD di ember yang menghebohkan masyarakat Desa Marga Rahayu, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan terungkap. Korban dibunuh tetangganya bernama Ardiansyah. Pelaku sudah ditangkap polisi

Diketahui, guru SD itu sempat dirudapaksa kemudian dibunuh. Ja jasad guru SD itu diikat dan dimasukkan ke ember.

Sebelum pelaku merudapaksa dan membunuh guru SD itu, pelaku lebih dulu nonton film dewasa dan sempat mengintip korban mandi.

Berikut ini kronologi guru SD dirudapaksa dan dibunuh, yakni Efriza Yuniar alias Yuyun, oleh seorang pria atas nama Ardiansyah warga Jalur V Marga Rahayu Marga Telang Banyuasin tega membunuh Efriza Yuniar.

Berdasarkan pengakuan tersangka, pelaku setelah menonton film porno langsung menuju ke rumah korban.

Tersangka kemudian masuk rumah korban dan menunggu korban di samping kulkas dekat kamar mandi.

"Setelah korban keluar dari kamar mandi, korban kemudian dicekik lehernya dengan menggunakan kedua tangan lalu pingsan.

Tersangka kemudian membawa korban ke ruang tamu, lalu korban diperkosa diruang tamu," ujar Kapolres Banyuasin Danny Ardiantara Sianipar SIk

Mengetahui korban berontak dan teriak meminta tolong, tersangka kemudian menyumpal mulut korban dengan menggunakan ikat rambut yang terbuat dari kain.

Tak sampai disitu saja, tersangka juga mengikat leher korban dengan menggunakan sabuk warna coklat dan charger HP.

Kemudian mengikat tangan korban dengan menggunakan tali rapia untuk memastikan bahwa korban sudah meninggal dunia.

Pada saat ditangkap oleh tim puma tersangka tidak melakukan perlawanan. "Ketika dilakukan penggeledahan didapati HP milik korban merk Vivo dan Nokia terdapat dalam saku celananya," kata Kapolres

Saat diamankan, tersangka langsung mengakui bahwa dirinya yang telah membunuh korban.

Setelah korban tak bernyawa, korban diseret oleh tersangka menggunakan sprei dan dimasukkan ke dalam ember warna hijau dan diikat sprei tersebut dengan menggunakan tali rapia.

Setelah melakukan pembunuhan, lalu tersangka keluar melalui pintu depan rumah korban dan mengunci rumah korban dari luar.

Kemudian anak kunci tersebut diselipkan dari bawah pintu.

Untuk motifnya, jelas AKBP Danny, tersangka memperkosa korban dikarenakan sebelumnya tersangka sudah menonton film dewasa (konten porno).

"Tersangka kemudian panik karena korban berontak dan akhirnya dibunuh dengan cara dicekik dan diikat," kata dia.

Dari tersangka polisi mengamankan barang bukti yakni, 1 hp merk Nokia, 1 hp merk Vivo, dan ember warna hijau.

Lalu 1 charger Hp warna putih, 1 buah ikat rambut, 1 buah ikat pinggang coklat, 1 buah celana coklat tersangka, dan 1 buah Baju warna hitam adidas, serta tersangka diamankan di Mapolres Banyuasin.

Diberitakan sebelumnya, Jasad Yuyun, nama panggilan mendiang Yuniar, pertama kali ditemukan oleh rekannya bernama Solehah, yang merupakan rekan sesama guru di SDN 11 Muara Telang.

Menurut Solehah, sudah tiga hari korban tak mengajar ke sekolah. "Sejak hari Selasa lalu absen mengajar. Ditelepon juga handphone-nya tidak aktif," kata Solehah saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kamis (9/7/2020) malam.

Di saat yang sama, saudara laki-laki korban bernama M Gani menghubungi Solehah.

Ia menanyakan keberadaan Yuyun yang tak dapat dihubungi salaman beberapa hari terakhir. "Adiknya dia (korban) tanya di mana kakaknya, saya jawab tidak tahu. Akhirnya kami inisiatif datang ke rumah korban," ujar Solehah.

Solehah bersama suaminya, Jamaluddin, mendatangi rumah Yuyun pada Kamis pagi pukul 08.00.

Pasangan suami istri ini mendapati rumah dalam keadaan terkunci.

Pasangan suami-istri ini lalu mengetuk pintu rumah hingga beberapa kali, namun tak ada respon.

Solehah lalu menemukan kunci rumah di bawah meja di teras rumah korban.

"Kami udah gedor-gedor pintu rumahnya tapi gak ada sahutan. Akhirnya kami buka pintu itu pakai kunci dan kami masuk," kata Solehah.

Pasutri ini heran karena tak ada seorang pun di dalam rumah.

Solehah mengaku firasatnya mulai tak bagus.

Ia kemudian mencari korban hingga ke bagian belakang rumah.

Betapa terkejutnya Solehah karena saat ia masuk kamar mandi, kasat korban dalam keadaan tanpa busana, berada dalam ember besar.

"Saya kaget sekali. Saya panggil suami sambil teriak korban sudah meninggal. Suami lebih kaget lagi saat lihat jasad korban," ungkap Solehah.

Menurut Solehah, saat ditemukan, jasad Yuyun lehernya dijerat tali, kedua tangan terikat dan mulut disumpal ikat rambut.

Kedua saksi mata yang pertama kali menemukan jasad korban lalu melapor ke perangkat desa dan ke pihak kepolisian.

Solehah juga memberi tahu Gani bahwa saudara perempuannya telah meninggal dunia.

Solehah mengaku masih tak percaya dengan kematian korban.

Mendiang Yuyun, kata Solehah, menjadi guru sejak 20 tahun lalu.

Sejak tujuh tahun lalu, korban yang tak memiliki anak ini berpisah dengan suaminya.

"Kalau cerai setahu saya tidak. Tapi korban sudah tidak mau lagi bersama suamiku karena pernah mengalami KDRT," ungkap Solehah.

Di mata Solehah dan rekan-rekan sesama guru, korban dikenal sosok yang baik dan mudah bergaul.

Korban juga dikenal tak sungkan mengulurkan bantuan bagi siapapun yang membutuhkan pertolongannya.

"Dulu kalau sedang ada hajatan, pokoknya Yuyun yang menyelesaikan semua, bantu-bantu, totalitas dia"

"Di sekolahan juga sama, dia sangat bertanggung jawab dengan pekerjaan," beber Solehah.

Sementara Gani, saudara laki-laki korban tampak tegar saat menyaksikan jasad korban masuk ke ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara pada Kamis malam pukul 20.00.

Ia berharap polisi dapat mengungkap kematian salah satu anggota keluarganya itu.

"Kami hanya menyerahkan ini kepada pihak berwajib. Kalau memang benar kakak saya dibunuh, nyawa dibayar nyawa itu balasan setimpal," kata Gani sambil menitikkan air mata.

Korban akan dimakamkan di TPU Kandang Kawat pada Jumat (10/7/2020) siang.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved