Rabu, 8 April 2026

Gencarkan Tes Dua Pekan Ini, Gugus Tugas Jabar Kembali Beli Alat Rapid Test dan PCR

Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membeli kembali alat tes Covid-19, yakni alat rapid test dan alat swab test

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
tribunjabar/handika rahman
Swab test massal yang dilakukan di Toserba Yogya Indramayu, Rabu (24/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membeli kembali alat tes Covid-19, yakni alat rapid test dan alat swab test metode PCR. Pengetesan masif terhadap warga selama ini menjadi salah satu fokus program Pemprov Jabar di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Siska Gerfianti, mengatakan hal itu dilakukan untuk mencapai target pengetesan kepada 300 ribu warga Jabar, seperti yang dilakukan negara lain yang sukses menangani Covid-19.

Sampai Selasa (7/7), setidaknya rapid test telah dilakukan terhadap 188.758 warga, sekitar 5.072 di antaranya reaktif. Kemudian swab test metode PCR dilakukan terhadap 83.153 warga, 4.812 warga di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

"Kami Pemprov Jabar sudah menganggarkan biaya tak terduga tahap ketiga, ini untuk pembelian alat rapid test. Dengan efisiensi dan lain-lain, kita ingin agar ada 300 ribu rapid test yang tersedia. PCR sebanyak 150 ribu," katanya di Gedung Sate, Selasa (7/7).

Yang Positif Covid-19 Ada di Pasar Stasiun Cimindi tapi yang Kena Dampak Pedagang di Pasar Cimindi

Siska mengatakan mulai pekan ini pihaknya sedang menyiapkan hampir 700 kendaraan tes mobile Covid-19 yang sebelumnya berfungsi sebagai mobil puskesmas keliling atau ambulans. Ratusan kendaraan tersebut difasilitasi 100 sampai 300 alat rapid test, tergantung area tujuan tesnya.

"Mobil ini akan keliling daerah, mencari kerumunan untuk melakukan random sampling. Kemudian kalau ada yang reaktif, akan dilakukan swab test. Banyaknya tes terngantung populasi kecamatan dan jumlah kasus di daerah tersebut," katanya.

Siska mengatakan belum bisa menggunakan alat rapid test karya Unpad yang bernama CePAD. Sebab, katanya, alat ini masih menjalani uji validasi sampai bisa diproduksi secara massal.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kabupaten kota di Jawa Barat masih memiliki banyak pekerjaan terkait penanganan Covid-19 pekan-pekan ini. Semua daerah, katanya, harus selalu cepat melaporkan data kasus secara transparan.

Ngeteh Cara Baru, Teabumi Hadirkan Menu Laras, Tampilannya Seperti Champagne

“Keputusan gugus tugas harus selalu berdasarkan data. Kalau datanya belum lengkap, cara kita meresponnya tidak akan maksimal,” kata gubernur yang akrab disapa Emil ini.

Emil juga meminta daerah agar meningkatkan sistem tracing, tracking, testing, dan isolasi ketika ada kasus Covid-19 baru yang ditemukan.

“Yang ketiga, kampanye dalam AKB harus diperkuat, kami masih melihat masyarakat menganggap AKB ini balik lagi ke seperti dulu lagi. Dua minggu ke depan, edukasi dalam video, iklan di level kabupaten kota, provinsi kita tingkatkan,” katanya.

Berikutnya, meski pemerintah sudah bekerja, Emil menuturkan partisipasi masyarakat menurut WHO adalah kunci dari pengendalian Covid-19. Sehingga persiapan testing harus diperkuat, khususnya tes PCR minimal 10-15 ribu testing per minggu.

Bukan Persib Bandung, Klub Tetangga Jadi yang Pertama Jalani Latihan Sebelum Liga 1 Bergulir

Menurutnya dalam dua pekan ke depan pihaknya akan memfokuskan penanganan dan pengetesan di sejumlah tempat rawan penyebaran Covid-19.

“Kami mengintruksikan tempat rawan kami tambah. Tadinya tempat wisata, pasar tradisional, terminal stasiun, ditambah tempat berasrama. Ini akan menjadi pusat perhatian pengetesan dalam dua minggu ke depan,” katanya

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved