Jumat, 15 Mei 2026

Peserta UTBK Jabar Dites Covid Besok, Diambil Secara Acak Satu Persen dari Jumlah Keseluruhan

Peserta UTBK-SBMPTN di Jawa Barat akan dipilih secara acak untuk menjalani tes cepat (rapid test) di setiap lokasi ujian.

Tayang:
Editor: Giri
Ilustrasi Ari Ruhiyat
Infografis UTBK Jabar 2020 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para peserta ujian tulis berbasis komputer-seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (UTBK-SBMPTN) di Jawa Barat akan dipilih secara acak untuk menjalani tes cepat (rapid test) di setiap lokasi ujian.

Tes cepat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 selama UTBK. UTBK, yang diikuti puluhan ribu calon mahasiswa, dianggap berpotensi menjadi pusat penyebaran virus corona jika tak segera diantisipasi.

Koordinator Sub-Divisi Deteksi Dini dan Pelacakan Kontak pada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Dedi Mulyadi, memastikan tes cepat baru akan dilaksanakan pada hari ketiga ujian, Selasa (7/7). Rencananya, tes cepat acak akan digelar hingga Jumat (10/7).

Dedi Mulyadi mengatakan, tes cepat hanya akan dilakukan pada satu persen dari jumlah total peserta dan panitia. Berdasarkan data yang diterima, kata Dedi, UTBK-SBMPTN di tujuh perguruan tinggi yang menyelenggarakan UTBK di Jabar diikuti 80.792 peserta.

"Ditambah dengan panitia totalnya sekitar 90 ribu orang. Ini berarti tes cepat akan dilakukan terhadap 900 orang saja," kata Dedi melalui ponsel, Minggu (5/7/2020).

Dari ke-900 orang ini, menurut Dedi, 30 persennya adalah panitia dan sisanya peserta ujian.

"Panitia diikutsertakan dalam tes cepat karena mereka juga rentan terkena Covid-19," ujarnya.

Dedi mengatakan, tes cepat baru bisa dilakukan pada hari ketiga UTBK karena pada hari pertama dan kedua mereka masih fokus dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, terutama masalah kapasitas ruangan dan penjagaan jarak.

Jumlah orang yang akan dites di suatu titik ujian, menurut Dedi, didasarkan pada jumlah peserta ujiannya.

Contohnya, jika di ITB terdapat 16 ribuan peserta, artinya tes akan dilakukan kepada sekitar 160 orang di ITB.

"Tes cepat akan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jadwal UTBK," ujarnya.

Ruangan Khusus
Koordinator Pelaksana UTBK ITB 2020, Achmad Rochliadi, mengatakan, proses tes cepat bakal dilakukan pada saat atau setelah ujian berlangsung. Peserta yang reaktif akan segera ditangani Gugus Tugas Covid-19.

"Mereka yang akan menentukan selanjutnya, apakah peserta itu bisa ikut tes atau tidak," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.

Ia mengatakan, meski jumlah peserta UTBK 2020 sangat banyak, mereka tidak menjadikan tes cepat atau tes usap (swab test) sebagai syarat untuk mengikuti ujian.

"Sebab, jika dilakukan, dikhawatirkan akan timbul kepanikan dari para calon peserta," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved