Tiga Hari Pencarian, Tim Panji Petualang Tidak Menemukan Garaga, Tanda-tandanya pun Tidak Ada
Ular king kobra yang sebelumnya dipelihara Panji Petualang, Garaga tidak ditemukan di tempat dia dilepaskan.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: taufik ismail
"Kami menemukan satu tempat yang ideal untuk menjadi rumah baru bagi Garaga. tempat yang jauh ini kamu harus tempuh berjalan kaki berjam-jam," katanya.
Jarang sekali manusia yang masuk ke hutan tersebut karena mitos yang beredar.
"Rumah Garaga yang baru sangat jauh lokasinya dengan manusia dan dianggap keramat bagi orang-orang yang mengetahui tempat ini. Jadi jarang sekali ada orang yang mau ke sini apalagi dengan sengaja untuk berburu," ucapnya.
Mitos mengatakan orang yang datang dengan niatan jahat akan mendapat celaka.
Maka jarang sekali ada orang yang datang ke tempat pelepasan Garaga.

"Karena ada di mana ada seseorang yang masuk ke sini untuk berniat jahat maka ia akan celaka," ujar Panji Petualang.
Oleh sebab itu, Panji Petualang tidak khawatir mengani konflik manusia dan Garaga di rumah barunya.
Selain itu, Panji Petualang menilai kebutuhan esensial Garaga seperti makan dan minum terpenuhi di hutan tersebut.
"Menjamin hidup Garaga, makanan seperti ular air dan hutan yang bisa menjadi penunjang hidup Garaga ada. Itu membuat saya yakin Garaga bisa hidup di tempat ini," katanya.
Tidak mudah bagi Panji Petualang dan tim mencapai tempat tujuan.
Mereka harus melewati sungai yang cukup dalam dan arusnya deras.
Hal tersebut berbahaya karena nyawa taruhannya.
Mereka menyeberangi sungai hanya menggunakan seutas tali tambang.
Tali tambang dipasang oleh teman Panji, Bule Bolang yang sempat berporfesi sebagai tentara.