Rocky Gerung Mengada-ada, Siap Jadi Menteri Kalau Wewenangnya Seperti Presiden
Rocky Gerung, seperti biasa, masuk dalam pusaran persoalan di negara ini dengan komentar-komentar pedasnya.
TRIBUNJABAR.ID - Rocky Gerung, seperti biasa, masuk dalam pusaran persoalan di negara ini dengan komentar-komentar pedasnya.
Terbaru, dia seperti mengada-ada ketika turut membahas mengenai isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju digaungkan oleh Presiden Joko Widodo di tengah pandemi Covid-19.
Jokowi mengancam akan mencopot menteri yag tak memiliki sense of crisis dalam menangani pandemi.
Menanggapi isu ini, Rocky Gerung angkat bicara.
Ditanya kesiapannya menjadi Menkumham, Rocky Gerung menyatakan siap.
"Saya mau," katanya dikutip Tribunnews.com.
Namun ia meminta syarat yang tak main-main.
Sebagai menkumham, Rocky Gerung meminta hak diskresi untuk membubarkan kabinet.
Keputusan itu penting menurut Rocky, mengingat pengambilan keputusan di Indonesia sangat terpengaruh oligarki.
"Jadi menkumham harus punya hak diskresi mengeluarkan undang-undang untuk pembubaran kabinet. Jadi sebagai menkumham saya akan keputusan pertama membubarkan kabinet."
"Dalam negosiasi tukar tambah saya akan bilang kasih saya kewenangan sebagai menkumham atas nama hak asasi manusia saya buat perppu pembubaran kabinet," katanya.
Kabinet diisi orang-orang terpilih yang merupakan hak prerogatif presiden.
Ancam Reshuffle
Video Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memarahi para menteri menjadi cukup kontroversial.
Video tersebut sebenarnya direkam ketika Sidang Kabinet Paripurna berlangsung pada 18 Juni 2020.
Namun, video tersebut kembali diunggah oleh akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu, (28/6/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rocky-widodo.jpg)