Kasus DBD Meningkat, Pemkot Tasik Tetapkan Status Siaga 1
Pihak Pemkot Tasikmalaya menetapkan status Siaga 1 menghadapi pertambahan kasus penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus bertambah. Saat ini tercatat sebanyak 758 kasus dengan jumlah kematian masih tetap 17 orang.
Pihak Pemkot Tasikmalaya menetapkan status Siaga 1 menghadapi pertambahan kasus penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini.
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menegaskan, pihaknya tidak ingin ada pertambahan lagi pasien DBD meninggal dunia akibat terambat penanganan.
"Saya minta para dokter dan petugas medis di Puskesmas buka mata pasang telingan terhadap serangan DBD. Jangan sampai ada lagi yand meninggal karena terambat penanganan," kata Budi.
Sejauh ini pihaknya baru sebatas menerapkan status siaga 1 untuk kasus DBD ini, belum pada status kejadian luar biasa (KLB).
Selain karena kasusnya masih terus ditangani secara maksimal, juga karena adanya status KLB Covid-19 yang hingga kini masih berlaku.
"Yang terpenting sekarang adalah pengawasan melekat di tingkat Puskesmas hingga kelurahan, sehingga jika ada kasus DBD cepat diketahui dan otomatis langsung ditangani," kata Budi.
Kalau sudah berupaya maksimal seperti itu tapi pasien akhirnya meninggal, kata Budi, itu sudah takdir Allah. Yang penting ada usaha maksimal dulu. (firman suryaman)