Minggu, 3 Mei 2026

254 Ribu Tes Covid-19 Dilakukan selama Tiga Bulan di Jawa Barat

Masih butuh kerja keras untuk mencapai syarat minimal WHO yakni minimal 1 persen tes masif dari jumlah penduduk.

Tayang:
Dok BIO FARMA
lLUSTRASI proses produksi diagonostik kit berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Provinsi Jawa Barat telah melakukan uji usap (swab test) sekitar 78.000 sampel di seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat dalam tiga bulan terakhir.

Gugus Tugas pertama kali melakukan tes masif COVID-19 pada 25 Maret dan masih terus berlangsung hingga hari ini.

Tes masif terdiri dari uji usap dahak hidung tenggorok atau swab test dengan teknik PCR, serta pengambilan sampel darah melalui rapid test (RDT).

Data per 28 Juni 2020, tes PCR yang telah dilakukan tepatnya sebanyak 78.108 sampel atau bertambah 13.076 dari pekan sebelumnya. Sementara RDT 176.174 sampel atau bertambah 18.413 dari pekan sebelumnya. Jadi total tes masif di Jabar telah mencapai 254.302 sampel (PCR dan RDT).

BREAKING NEWS, Seorang Bupati di Kalimantan Timur Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

Dari 78.108 sampel PCR, maka rasio tes PCR Jabar per 1 juta penduduk adalah 1.584. Masih butuh kerja keras untuk mencapai syarat minimal WHO yakni minimal 1 persen tes masif dari jumlah penduduk.

Jika diasumsikan jumlah penduduk Jabar saat ini sekitar 50 juta jiwa, maka tes PCR yang harus dilakukan 500.000 sampel. Namun jika dikalkulasikan dengan tes RDT yang jumlahnya menjadi 254.302 sampel, maka Jabar sudah setengah jalan dari syarat minimal WHO.

Menurut Ketua Divisi Pelacakan Kontak Deteksi Dini Pengujian Massal dan Manajemen Lab GTPP COVID-19 Provinsi Jawa Barat dr Siska Gerfianti, rasio PCR Jabar sebetulnya sudah tinggi. “Kalau dengan negara lain kita setara dengan Jerman,” ujarnya melalui ponsel, Jumat (3/7/2020).

Jika dibandingkan dengan kasus positif per 1 juta penduduk, tes masif di Jabar terbilang efektif. Saat ini indeks risiko COVID-19 Jabar berada di angka 62, yang artinya tiap 1 juta penduduk hanya ada 62 orang positif COVID-19. Secara nasional, Jabar angka positif Jabar ada di peringkat 28 atau peringkat tujuh dari tujuh provinsi di Pulau Jawa-Bali.

Siska mengatakan selama tiga bulan terakhir GTPP Jabar fokus tes PCR di 10 kabupaten/kota kawasan Bodebek dan Bandung Raya.

“Pertama kita lakukan Maret pada Pekan Swab Massal, itu kami keluarkan 15.500 tes PCR serentak,” kata Siska.

Daftar Harga Sepeda Lipat Murah Terbaik Rp 1-2 Jutaan Saja, Ada dari United Bike hingga Viva Cycle

Dengan event yang sama, tes PCR massal dilanjutkan di 17 kabupaten/kota dengan pencapaian Jabar berhasil memeriksa dengan PCR hingga 3.000 sampel.

“Kemarin sisanya 17 kota dan kabupaten totalnya ada 25.000 test kit PCR. Sekarang pun sebenarnya kami juga fokus Bandung Raya dan Bodebek karena kasusnya masih tinggi,” katanya.

Untuk keperluan tes PCR selama ini, sebanyak 45.000 test kit dibeli sendiri oleh Pemerintah Provinsi Jabar, ditambah dari bantuan pemerintah pusat, dan 10.000 sumbangan dari pihak ketiga.

Saat ini Jabar masih memiliki stok 70.000 tes kit PCR yang disimpan di Balai Laboratorium Provinsi Jawa Barat (Labkes) di Jalan Sederhana, Kota Bandung.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved