WASPADA Pengunjung Toserba Yogya Indramayu Terinfeksi Covid-19, Sudah Laksanakan Protokol Ketat
Dua pengunjung Toserba Yogya Indramayu dipastikan terinfeksi virus corona. Mereka ketahui setelah dilakukan tes usap (swab) massal mendadak.
INDRAMAYU, TRIBUN - Dua pengunjung Toserba Yogya Indramayu dipastikan terinfeksi virus corona.
Kepastian itu diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, kepada Tribun melalui telepon, Rabu (1/7/2020).
Deden mengatakan, kondisi kedua pengunjung Yogya itu mereka ketahui setelah dilakukan tes usap (swab) massal mendadak di pusat perbelanjaan itu, Rabu (24/6/2020). Meski tes usap massal mereka lakukan pekan lalu, hasilnya, kata Deden, baru ia dapatkan dari Lab RS Pelabuhan Cirebon pada Senin malam.
"Dua pengunjung yang terkonfirmasi positif itu adalah Tuan S (56) dari Kecamatan Kandanghaur dan Nyonya K (16) dari Kecamatan Balongan," ujarnya.
Selain di Toserba Yogya, tes usap massal juga mereka lakukan di Islamic Center, Pasar Haurgeulis, Pasar dan Terminal Patrol, dan serta Tempat Pelelangan Ikan Karangsong. Kecuali di Yogya, hasil tesnya semuanya negatif.
Meski terdapat dua pengunjung yang positif, kata Deden, Pemkab Indramayu tak akan menutup toserba tersebut.
• Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, Bawaslu Kabupaten Bandung Waspadai Terjadinya Politik Uang
Sebagai antisipasi penularan, baik terhadap pengunjung maupun karyawan Yogya, pemerintah melakukan sterilisasi di pusat perbelanjaan tersebut dengan menyemprotkan cairan disinfektan.
"Disinfeksi di toserba itu akan dilakukan selama 12 jam," ujarnya.
Deden mengatakan, penutupan tidak dilakukan karena kedua pengunjung itu tidak tertular virus tersebut di Toserba Yogya.
Keduanya diyakini datang dalam kondisi sudah terinfeksi, tapi tak menunjukkan gejala telah terinfeksi.
"Keduanya sudah dirawat di ruang isolasi RSUD Indramayu," kata Deden.
Menyusul adanya kepastian dua pengunjung yang positif, 37 karyawan Yogya yang bertugas pada Rabu (24/6), menjalani tes usap massal.
"Jika dari hasil swab hari ini ternyata ada karyawan yang positif, baru kami tutup," ucapnya.
Dengan adanya penambahan dua kasus ini, total mereka yang positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Indramayu menjadi 36 orang. Dari ke-36 orang itu, empat di antaranya meninggal, 18 orang sembuh, dan sisanya masih dalam perawatan.
Protokol Ketat
Acep Agus Budiman, Chief Operasional Supermarket Yogya Indramayu, mengatakan, selama masa pandemi, baik saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maupun ketika masuk fase adaptasi kebiasaan baru (AKB), Toserba Yogya selalu mematuhi protokol kesehatan seperti yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Protokol kesehatan yang ketat diterapkan tidak hanya kepada para pengunjung, tapi juga karyawan kami," ujarnya kepada Tribun melalui telepon.
Ia juga menyambut baik kegiatan tes usap massal yang dilakukan pemerintah terhadap para karyawannya di Toserba Yogya pasca-penemuan kasus positif tersebut. "Ini sangat bermanfaat, apalagi tesnya gratis. Mudah-mudahan hasilnya negatif semua," kata ujarnya.
Bukan Pertama
Kasus positif Covid di pusat perbelanjaan Yogya bukan pertama kali terjadi.
Akhir Mei lalu, seorang karyawan Yogya Departement Store di Ciamis dipastikan terinfeksi corona. Menyusul kasus tersebut, 165 karyawan Yogya pun menjalani tes usap yang diawasi langsung Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
• Gedung DPRD Majalengka Dijaga Ratusan Aparat Kepolisian Pagi Ini, Ada Apa?
Yogya Dept Store Ciamis pun ditutup untuk yang kedua kalinya hingga hasil tes usap para karyawannya keluar.
Dua pekan sebelumnya, pusat perbelanjaan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Ciamis, itu pun ditutup selama tiga hari, juga terkait dengan antisipasi penyebaran Covid-19. Yogya Dept Store Ciamis baru kembali dibuka, Sabtu (6/6). Pembukaan dilakukan setelah hasil tes usap terhadap 165 yang dilakukan pekan sebelumnya negatif.
• Foto-foto Manisnya Sandrinna Michelle, Pemeran Wulan di Sinetron Dari Jendela SMP yang Lagi Hits
Pada pertengahan Mei, 15 karyawan Yogya di Kota Banjar juga dievakuasi ke RSUD Kota Banjar untuk menjalani tes usap. Itu dilakukan setelah seorang karyawan reaktif pada tes cepat (rapid test), Selasa (19/5).
Evakuasi dilakukan malam hari atas perintah langsung Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih. (handhika rahman/andri m dani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tampilan-halaman-1-koran-tribun-jabar-edisi-kamis-272020.jpg)