Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, Bawaslu Kabupaten Bandung Waspadai Terjadinya Politik Uang

Hedi mengatakan, pihak-pihak (oknum) yang memanfaatkan situasi termasuk diantaranya peserta itu sendiri atau tim suses itu sendiri.

Ilustrasi Ari Ruhiyat
ilustrasi Pilkada Serentak 2020 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi AM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pilkada di tengah Covid 19 rawan terjadi politik uang, Bawaslu Kabupaten Bandung akan sangat mengawasi dan mewaspadai akan terkait hal tersebut.

Kordinator pengawasan dan hubungan antar lembaga Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia, memperingatkan bakal calon dan calon untuk tidak memanfaatkan momentum pandemi sebagai ajang melakukan politik transaksional.

"Mentang-mentang tahu kondisi masyarakat sedang kesulitan, hingga memanfaatkan untuk politik uang. Itu tetap sesuatu yang kami anggap, walau masyarakat butuh tapi konteks pilkada itu menyalahi aturan," ujar Hedi, saat dihubungi tribun jabar melalui telepon selulernya, Rabu (1/7/2020).

Kesaksian Penumpang saat Bus Oleng, Hindari Tubrukan dengan Truk, Malah Seruduk Empat Motor

Menurut Hedi, potensi politik uang ditengah pandemi Covid 19 ini besar sekali.

"Di tengah pandemi ini tentu saja masyarakat ekonominya sedang murat marit, di tengah situasi seperti ini maka akan ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi," kata Hedi.

Hedi mengatakan, pihak-pihak (oknum) yang memanfaatkan situasi termasuk diantaranya peserta itu sendiri atau tim suses itu sendiri.

"Bahkan hasil penelitian , di saat Pilkada itu potensi politik uangnya lebih besar ketimbang Pilgub. Potensi politik uangnga 13 persen, sedangkan Pilgub hanya 11 persen, tentu saja ini yang menjadi fokus kami," ujar dia.

Code Atma, Game Dalam Negeri yang Munculkan Setan Lokal, Mulai dari Kuntilanak sampai Jelangkung

Hedi mengatakan, tentu saja lebih berat tantangan bawaslu di tengah pandemi Covid seperti ini.

"Kami harap ada dukungan dan partisipasi masyarakat untuk sama-sama mengawasi, bahwa selama itu ada pemberian dari calon mohon hati-hati apalagi ada embel-embel untuk memilih calon tertentu," katanya.

Hedi mengatakan, mohon diantisipasi dari jauh hari, dari sekarang sudah melihat gejala-gejala kurang baik misalkan mobilisasi RT/RW untuk memilih calon tertentu.

"Ini juga sangat disayangkan, pemanfaatan itu dikhawatirkan akan terjadi konflik di grassroot," tuturnya.

Kesaksian Penumpang saat Bus Oleng, Hindari Tubrukan dengan Truk, Malah Seruduk Empat Motor

Hedi mengimbau, jika ada masyarakat yang menemukan tim sukses atau calon yang membagi-bagikan sembako atau amplop (berisi uang) dengan janji atau dengan harapan untuk memilih calon tertentu, itu bisa dipastikan bagian dari politik uang.

"Bisa melaporkan ke pengawas tingkat kecamatan atau Bawaslu, insyaaloh identitas pelapor akan disembunyikan, insya Allah aman," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved